Breaking News:

Berita Tegal

Kholisoh Tidak Minder dan Tak Menyerah untuk Membuka Peluang Usaha dari Berbisnis Kue

Meski memiliki keterbatasan fisik tidak membuat Kholisoh menyerah dengan keadaan.

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Meski memiliki keterbatasan fisik tidak membuat Kholisoh menyerah dengan keadaan. Ia tetap semangat menjalani hidup, bahkan sejak tahun 2019 ia membuka usaha menjual beragam jenis kue yang ia produksi sendiri.

Kholisoh (30), anggota Difabel Slawi Mandiri (DSM) meski memiliki keterbatasan fisik tak membuatnya menyerah dan pada tahun 2019 akhirnya membuka usaha menjual kue bernama K.H.S Cake and Cookies. Varian yang paling banyak diminati yaitu Brownies lumer seperti yang ia tunjukan, Jumat (26/2/2021).
Kholisoh (30), anggota Difabel Slawi Mandiri (DSM) meski memiliki keterbatasan fisik tak membuatnya menyerah dan pada tahun 2019 akhirnya membuka usaha menjual kue bernama K.H.S Cake and Cookies. Varian yang paling banyak diminati yaitu Brownies lumer seperti yang ia tunjukan, Jumat (26/2/2021). (Tribun Jateng/Desta Leila Kartika)

Usaha yang diberi nama K.H.S Cake and Cookies ini awalnya menjual beragam jenis kue bolu. Namun saat ini diakui Kholisoh ia sedang fokus membuat varian brownies. Utamanya brownies lumer karena yang paling banyak diminati. 

Selain menjual brownies lumer, ia juga menjual yang kukus dan panggang, dengan varian topping. 

Dikatakan, ia sempat menyewa tempat di daerah Slawi untuk menjual kue tapi karena pandemi Covid-19 akhirnya tutup kurang peminat. 

Akhirnya Kholisoh memutuskan untuk memproduksi dan menjual kue buatannya di rumah, dan pemasaran memanfaatkan sosial media seperti Facebook, Instagram, dan whatsapp. 

Ia tidak menyangka akan mendapat respon yang sangat positif dan kue nya laku dipasaran. 

"Alhamdulillah saat ini saya bisa menjual paling tidak 40-45 pcs per hari, karena saya lebih fokus menjual kepada reseller sehingga jangkauan lebih luas," kata Kholisoh, pada Tribunjateng.com, Jumat (26/2/2021). 

Meski memiliki keterbatasan karena menderita Tunadaksa (disabilitas fisik atau cacat tubuh), tapi dalam proses produksi Kholisoh mengaku ia mengerjakan sendiri tanpa dibantu karyawan. 

Alasannya karena ia merasa belum terlalu mumpuni untuk menggaji karyawan sehingga semuanya ia kerjakan sendiri.  Namun karena semangat yang tinggi, meski di tengah keterbatasannya ia tetap bisa menjalankan usahanya dengan baik. 

"Saya kerjakan sendiri tanpa bantuan karyawan, mulai usaha dari 2019 namun kondisi paling baik karena banyak orderan pada bulan ini. Entah itu brownies, kue ulang tahun, bolu jagung, dan lain-lain. Alhamdulillah adanya pandemi Covid-19 berdampak positif bagi usaha saya," ungkapnya. 

Halaman
12
Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved