Breaking News:

Pendidikan

Orangtua Siswa Tekor Beli Kuota Internet untuk Pembelajaran Daring

Banyak orang tua siswa yang mengeluhkan proses pembelajaran jarak jauh secara daring pada mas pandemi karena beli kuota internet.

Penulis: m zaenal arifin | Editor: Daniel Ari Purnomo
Istimewa
Guru SMPN 28 Semarang memberikan pembelajaran daring kepada siswa, beberapa waktu lalu. Kuota internet menjadi kebutuhan pokok dalam proses pembelajaran jarak jauh itu. 

Senada, orang tua siswa SMP 15 Semarang, Fitriani mengatakan, pengeluarannya menjadi membengkak hanya untuk memfasilitasi anak mengikuti pembelajaran daring. Pembengkakan tersebut dikarenakan seluruh kebutuhan kuota internet harus menggunakan uang pribadi.

"Waktu masih ada bantuan kuota dari pusat, itu masih lumayan membantu mengurangi beban. Lha dari Januari 2021 sampai sekarang belum ada bantuan lagi. Makanya saya keluar uang lebih banyak," kata Fitri, sapaannya.

Kondisi yang sama juga dialami orang tua siswa SMA di Kabupaten Demak, Nur Solikhin. Pengeluarannya justru lebih banyak lagi karena anaknya yang sudah beranjak remaja, mengenal game online. Sehingga, jika tidak ada tugas sekolah, anaknya menggunakan handphone untuk bermain game.

"Sampai kesal rasanya. Sedikit sedikit minta uang buat beli paket data internet. Jika tidak diberi, anak ngancam tidak ikut pembelajaran daring atau tidak mau mengerjakan tugas," tuturnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah, Hari Wulyanto mengatakan, bantuan kuota internet kepada siswa pada 2021 ini memang belum cair. Pihaknya pun tidak bisa berbuat banyak karena itu kebijakan dari pemerintah pusat.

Dari informasi yang diterimanya, kebijakan bantuan kuota internet akan dilanjutkan pada 2021 ini. Hanya saja, ia tidak bisa memastikan kapan bantuan akan disalurkan.

"Itu kewenangan pusat. Untuk kebutuhan itu, sekolah dapat memberikan paket data ke siswa untuk PJJ (pembelajaran jarak jauh) dari alokasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)," kata Hari, saat dihubungi Tribun Jateng.

Ia mengatakan, kuota internet dibutuhkan karena memang proses pembelajaran di masa pandemi Covid-19 ini mengharuskan dilakukan jarak jauh yaitu secara daring. Jika nanti pembelajaran sudah dilakukan tatap muka, maka kebutuhan tersebut tidak diperlukan lagi.

"Untuk pelaksanaan tatap muka, kita menunggu izin gubernur. Jika sudah diizinkan, kita mulai secara bertahap," tandasnya.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, Gunawan Saptogiri, pun tak bisa berbuat banyak terkait belum cairnya bantuan kuota internet. Pasalnya bantuan tersebut merupakan kebijakan pusat.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved