Breaking News:

Pendidikan

Orangtua Siswa Tekor Beli Kuota Internet untuk Pembelajaran Daring

Banyak orang tua siswa yang mengeluhkan proses pembelajaran jarak jauh secara daring pada mas pandemi karena beli kuota internet.

Penulis: m zaenal arifin | Editor: Daniel Ari Purnomo
Istimewa
Guru SMPN 28 Semarang memberikan pembelajaran daring kepada siswa, beberapa waktu lalu. Kuota internet menjadi kebutuhan pokok dalam proses pembelajaran jarak jauh itu. 

"Ya kita tunggu saja. Jika ada bantuan, itu lebih baik. Apapun kondisinya, pembelajaran harus tetap jalan. Jangan sampai tidak ada pembelajaran sama sekali," tambahnya.

Tunggu Dana BOS

Terkait penggunaan dana BOS untuk bantuan kuota internet siswa, Kepala SMPN 15 Kota Semarang, Setyo Budi mengatakan, hingga saat ini dana BOS 2021 belum ada pencairan. Sehingga, pihak sekolah sendiri mengalami kekosongan anggaran.

Jika dana BOS tersebut sudah dicairkan, Setyo memastikan akan menyalurkan kepada siswa. Sehingga beban orang tua terkait kuota internet bisa terkurangi.

"Gimana mau memberi bantuan internet kalau dana BOS saja belum cair. Kami sendiri juga masih menunggu pencairannya," kata Setyo kepada Tribun Jateng, Jumat (26/2/2021).

Setyo mangatakan, ia mengetahui jika bantuan kuota internet dari pusat pada 2021 ini belum ada. Kendati demikian, pihaknya juga tidak bisa memberikan bantuan apapun. Selain dana BOS yang belum cair, kas keuangan sekolah juga sedang kosong.

Ia memaparkan, bantuan kuota internet kepada siswa pernah dilakukan di masa awal pandemi. Bantuan dari sekolah dihentikan seiring adanya bantuan kuota dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

"Kemungkinan dana BOS baru turun pada Maret depan. Jika dana BOS turun dan bantuan kuota internet dari pusat belum ada, kami akan langsung alokasikan," jelasnya.

Untuk sementara ini, ia meminta kepada orang tua untuk menggunakan uang pribadi guna membeli kebutuhan kuota paket data internet. Jika ada kendala karena tidak bisa membelinya, ia mempersilakan siswa untuk datang ke sekolahan mengikuti pembelajaran secara luring.

"Kalau kesulitan, kami persilakan datang ke sekolah, asal dengan menerapkan protokol kesehatan. Tapi kami tidak mengundang ya, hanya mempersilakan," sambungnya.

Kepala SMPN 1 Kota Semarang, Nining Sulistyaningsih, mengatakan pihak sekolah tidak bisa memberikan bantuan kepada siswa karena tidak ada dana. Sementara dana BOS dari pusat juga belum diterima.

"Dana di sekolah adanya ya dana bos. Tapi sampai sekarang belum cair," ucapnya singkat.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved