Breaking News:

Berita Demak

Nyala Lampu Di Rumah Kodriyah Terangi Cita-citanya Jadi Sarjana Psikologi

Setelah dukuhnya ditinggalkan sebagian besar warganya pada 2006, Kodriyah (17) tidak lagi memiliki teman sebaya.

Tribun Jateng/ Yunan Setiawan
Kodriyah (17) sedang mengerjakan tugas sekolah di meja belajarnya saat dikunjungi Tribun Jateng di rumahnya, pertengahan Februari 2021. Warga Dukuh Rejosari Senik, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, itu bergantung pada aliran listrik di rumahnya untuk belajar dan melakukan aktivitas sehari-hari.(TRIBUNJATENG/YUNANSETIAWAN). 

Penulis: Muhammad Yunan Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Setelah dukuhnya ditinggalkan sebagian besar warganya pada 2006, Kodriyah (17) tidak lagi memiliki teman sebaya.

Keluarganya menjadi satu-satunya penghuni di Dukuh Rejosari Senik, Desa Bedono,  Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Abrasi membuat penduduk setempat pindah. Di dukuh tersebut yang tersisa hanya hamparan air laut, pohon bakau, dan rumah keluarga Kodriyah.

Siswi kelas XI itu tinggal bersama ayahnya Rukani (53) dan ibunya Pasijah (52).

Meski sepele, akses jaringan listrik menjadi hal penting bagi keberlangsungan mereka.

Dengan listrik, Kodriyah bisa belajar atau mengerjakan tugas sekolah. Tak ada nyala lampu, aktivitas belajar pun tidak berjalan.

Di hari biasa, Kodriyah akan menaiki perahu untuk bisa bersekolah di SMA N 1 Sayung.

Di masa pandemi ini, kebiasaan tersebut sudah tidak dilakukan lagi olehnya.

Kendati demikian, ia harus mengikuti pembelajaran daring di mana akses listrik menjadi lebih penting baginya.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Yunan Setiawan
Editor: rival al manaf
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved