Breaking News:

Berita Sragen

Relawan Sibat Sragen Perempuan Diharapkan Bisa Lakukan Pemulasaran Jenazah Covid-19

Ketua PMI Sragen Ismail Joko berharap relawan Sibat perempuan bisa lakukan pemulasaran jenazah Covid-19.

Tribun Jateng/Mahfira Putri Maulani
Relawan Sibat Sragen ketika mempraktekkan contoh pemulasaran jenazah Covid-19, Sabtu (27/2/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Ketua PMI Sragen Ismail Joko Sutresno berharap relawan Sibat perempuan bisa melakukan pemulasaran jenazah Covid-19. Mengingat sebagian besar relawan ialah kaum laki-laki.

Hal ini dikatakan Ismail sapaan akrabnya, tenaga pemulasaran di Rumah Sakit didominasi kaum laki-laki. Mengantisipasi jenazah perempuan apabila meninggal dunia.

Ismail mencontohkan terdapat kasus di luar Jawa, dimana sanak keluarga meminta agar yang memandikan sesama jenis. Namun pihak RS tidak ada petugas yang berjenis kelamin perempuan.

"Ada kasus diluar Jawa yang menginginkan petugas pemulasaran berjenis kelamin perempuan. Tapi petugas tidak ada yang perempuan, SDM hanya laki-laki," katanya, Sabtu (27/2/2021).

Dengan adanya sosialisasi atau pelatihan ini pihaknya berharap semua relawan baik laki maupun perempuan bisa memandikan atau memulasaran jenazah secara protokol kesehatan.

"Sehingga andaikata di rumah sakit itu yang jaga kebetulan tidak ada perempuan, relawan Sibat khususnya Desa Pengkol ini bisa pemulasaraan secara benar sesuai dengan protokol kesehatan," lanjut dia.

Guna menambah kepercayaan kepada masyarakat, pelatihan ini masing-masing peserta akan mendapatkan sertifikat sehingga bisa diyakini berkompeten.

Sejumlah relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) dari perwakilan tujuh desa Kabupaten Sragen ikuti pelatihan pemulasaran jenazah Covid-19.

Pelatihan pemulasaran ini dilakukan di Balai Desa Pengkol, Sabtu (27/2/2021). Dengan pemateri perwakilan dari PMI Sragen, Warseno dan relawan SAR MTA.

Dari beberapa relawan yang hadir 30 persen diantaranya merupakan relawan perempuan. Sehingga pembekalan ini diharapkan bisa dipraktekkan apabila terjadi kasus.

"Saya berterimakasih sekali dengan sosialisasi ini, semoga bermanfaat dan bisa dipraktekkan nanti meskipun tentu kita berharap tidak perlu dipraktekkan. Hanya mengantisipasi," katanya.

Selain itu diharapkan juga tidak ada konflik antara masyarakat dengan rumah sakit apabila tidak ada pemulasaran yang sesama jenis untuk memandikan jenazah.

Terlepas dari pemulasaran, Ismail meminta kepada para relawan Sibat agar turut mensosialisasikan dan mensukseskan vaksinasi Covid-19.  Dengan target minimal 70 persen warga Indonesia tervaksin Covid-19 dan bisa terbentuk herd immunity. (*)

Penulis: Mahfira Putri Maulani
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved