Senin, 11 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Sragen

Setelah Dirudapaksa Guru Silatnya, W Bocah 9 Tahun Digilir Teman-temannya di Kantor Balaidesa

Ayah W, yakni D mengatakan, setelah anaknya pulang tanpa mengenakan celana dalam itu, anaknya mengalami demam

Tayang:
Editor: muslimah
via tribunnewsbogor
Ilustrasi 

Setelah Dirudapaksa Guru Silatnya, W Bocah 9 Tahun Digilir Teman-temannya di Kantor Balaidesa

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Orangtua bocah berinisial W (9) asal Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen curiga, lantaran anaknya pulang tak mengenakan celana dalam.

Ayah W, yakni D mengatakan, setelah anaknya pulang tanpa mengenakan celana dalam itu, anaknya mengalami demam.

"Setelah kejadian itu, bulan Desember kemarin, anak saya mengalami panas tinggi. Saya kira dia terkena Covid-19, lalu saya bawa ke Puskesmas setempat," paparnya.

Sesampainya di puskesmas, ayah korban diminta petugas Puskesmas untuk lapor ke kantor polisi.

"Saya kaget kenapa malah disuruh lapor ke kantor polisi. Ternyata saya diberitahu bahwa anak saya sudah tidak perawan dan robek searah jarum jam 6," katanya.

Baca juga: Keterangan Resmi Paspampres Soal Viral Bikers Terobos Ring 1 Ditendang: Sebenarnya Bisa Ditembak

Baca juga: Jadwal Serie A Liga Italia Pekan Ini, Big Match AS Roma Vs AC Milan dan Verona Vs Juventus

Baca juga: Update Virus Corona Kota Semarang Sabtu 27 Februari 2021, Pedurungan Tertinggi Disusul Tembalang

Hal itu diketahui berdasarkan hasil visum yang dilakukan pihak puskesmas.

Akhirnya, D mendesak dan korban mengaku telah diperkosa oleh seorang oknum guru silat yaitu S (38) pada 10 November 2020 lalu.

"Saya langsung melaporkan kejadian ini ke Polres Sragen akhir Desember lalu," ujarnya.

Sering Nonton Film Porno

Dari informasi yang didapat, W dirudapaksa S di sebuah rumah kosong.

Sebelum merudapaksa korban, S sempat mengajak W untuk menonton video porno.

Selesai menonton film porno, korban diperkosa oleh S.

Ayah W, yakni D, menjelaskan bahwa saat kejadian, putri kecilnya itu tak bisa melawan lantaran kedua tangannya diangkat.

"Bagian ulu hati anak saya juga digencet oleh si pelaku."

"Bahkan pelaku mengancam akan memukul korban jika menceritakan kejadian ini kepada siapa pun," ujarnya kepada wartawan, Kamis (25/2/2021).

Pelaku kemudian membuang celana dalam korban ke kakus.

Lantas korban pulang dengan keadaan tidak memakai celana dalam.

Pelaku Belum Ditahan

Ironisnya, oknum guru silat itu belum ditahan pihak kepolisian.

Pengacara korban dari LBH Mawar Saron Solo, Andar Beniala Lumbanraja mengatakan, laporan pihak korban ke Polres Sragen pada 29 Desember 2020 lalu.

Korban sudah terbukti mengalami luka robek di bagian kelamin.

"Tapi sayangnya sampai saat ini pelaku belum dilakukan penahanan," kata Andar kepada TribunSolo.com, Jumat (26/2/2021).

Andar mendesak Polres Sragen supaya pelaku segera ditahan dan tidak berkeliaran.

"Yang kami takutnya adalah pelaku mengulangi tindakan bejatnya dan bisa ada korban lain,” terang Andar.

Menurutnya, hasil visum sudah cukup kuat untuk dijadikan bukti dan menjerat pelaku.

"Seharusnya dari visum itu sudah bisa untuk menjerat pelaku," tegasnya.

Alasan Polisi

Polres Sragen belum melakukan penahanan pelaku pemerkosaan berinisial S (38) di Kecamatan Sukodono pada 10 November 2020 lalu.

Kasat Reskrim Polres Sragen, AKP Guruh Bagus Eddy Suryana mengatakan, pihaknya saat ini sedang memeriksa lima orang saksi.

"Keterangan dari saksi-saksi masih kami dalami," ujar dia kepada TribunSolo.com, Jumat (26//2/2021).

Sejauh ini, terlapor baru satu orang dengan inisial S.

Dia tak menampik bila pelaku belum ditahan.

”Belum dilakukan penahanan, untuk terlapor belum kami panggil,” paparnya.

Digilir Juga

Sebuah balai desa di Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sukodono dijadikan tempat pesta seks oleh lima anak yang statusnya masih di bawah umur.

Aksi tidak senonoh tersebut terjadi pada 12 Desember 2020 sekitar pukul 14.00 WIB.

Yang membuat miris lagi adalah korban yang diperkosa tak lain ialah W (9).

W sebelumnya dirudapaksa oknum pesilat pada 10 November 2020 lalu di sebuah rumah kosong.

Informasi yang dihimpun, awalnya W diajak oleh temannya bernama P (14) seorang siswi kelas IX untuk bermain di balai desa.

Untuk meyakinkan W agar mau diajak ke balai desa, P memberi iming-iming diajak jajan.

Namun sesampainya di lokasi, ternyata di sana sudah ada tiga orang laki-laki yang juga masih duduk di bangku SMP.

"Korban pun langsung diajak masuk ke dalam kamar mandi. Di sana mereka melakukan tindakan yang tidak sepantasnya dilakukan," tutur dia.

Lebih lanjut Andar menjelaskan, di dalam toilet, P melakukan hubungan seks dengan dua orang pria.

"Sedangkan W dipaksa untuk melakukan hubungan seks juga dengan salah satu pria teman si P," ucapnya.

Andar mengaku belum bisa mengungkap inisial dari para pelaku di toilet kantor desa.

”Anak ini baru pertama kali bertemu anak-anak tersebut sehingga tidak tahu namanya. Sementara P saat ini belum menyampaikan,” imbuhnya.

Psikologis Terguncang

Akibat kejadian tersebut, sekarang kondisi psikologis W terguncang.

"W sangat ketakutan apabila bertemu dengan gerombolan laki-laki yang sedang nongkrong," kata dia.

Andar menyatakan, W kerap marah-marah saat berpapasan dengan rombongan laki-laki.

Selain itu, korban juga tidak mau berbicara terlalu banyak tentang apapun, terlebih lawan bicaranya seorang laki-laki.

"Dia cuma mau terbuka kalau teman ngobrolnya perempuan," jelas dia.

Oleh karena itu, untuk bisa mendapatkan keterangan yang lebih lengkap dari korban mengenai kejadian yang dialaminya, pihaknya memberi pendamping seorang perempuan.

"Ada anggota kami yang mendampinginya," tuturnya.

Pendamping korban, Desideria Anindita Sari menuturkan bahwa, W baru mau menjawab pertanyaan-pertanyaan jika dia yang menanyakan.

"Korban baru mau buka suara kalau saya yang ajak bicara," katanya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Dirudapaksa Gurunya, Pesilat Cilik di Sragen Lalu Diperkosa Teman-temannya di Kantor Balaidesa

Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved