Breaking News:

Berita Banjarnegara

Terima Komplain Jalan Provinsi Bodol, Bupati Banjarnegara Siap Bangun tapi Minta Syarat Ini

Kerusakan jalan provinsi di sejumlah titik di Kabupaten Banjarnegara dikeluhkan masyarakat.

Tribun Jateng/Khoirul Muzaki
Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono 

TRIBUNBANYUMAS. COM, BANJARNEGARA - Kerusakan jalan provinsi di sejumlah titik di Kabupaten Banjarnegara dikeluhkan masyarakat. Termasuk ruas jalan Banjarnegara-Karangkobar-Batur yang sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata Dieng. 

Di musim penghujan saat ini khususnya, jalan mudah mengalami kerusakan hingga aspal mengelupas atau berlubang.  

Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono mengaku pihaknya sudah berkali-kali melaporkan kondisi jalan provinsi agar ditingkatkan. Tetapi realisasinya kurang sesuai harapan. 

Meski berstatus jalan provinsi, menurut dia, sepengetahuan masyarakat jalan itu berada di Kabupaten Banjarnegara. Sehingga pihaknya lah yang menjadi sasaran keluhan masyarakat mengenai kondisi jalan itu. 

Budhi bahkan pernah melakukan aksi menambal jalan provinsi yang berlubang memakai dana pribadi, Desember 2020 lalu. 

"Itu jalan negara, itu jalan provinsi, rakyat tidak mengerti. Tahunya itu Bupati nya, " katanya, Sabtu (27/2/2021) 

Jalan provinsi di Banjarnegara ternyata bukan hanya mengalami kerusakan atau berlubang di sejumlah titik hingga dikeluhkan pengguna jalan. Di sejumlah titik ruas jalan provinsi, semisal di Tanjakan Sikelir Desa Wanayasa Kecamatan Wanayasa,  tanjakan Sangkalputung Desa Batur Kecamatan Batur yang menjadi akses ke objek wisata Dieng kerap kali dilanda longsor. 

Longsor yang menimbun badan jalan bahkan kerap membuat akses terputus hingga tak bisa dilalui kendaraan.  Budhi mengaku tidak bisa berbuat banyak untuk meningkatkan jalan itu karena kewenangan ada di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. 

Budhi yang lama berkecipung di bidang konstruksi jalan ini mau-mau saja membangun jalan provinsi maupun nasional di Kabupaten Banjarnegara. Tetapi dengan syarat, jalan itu dihibahkan ke Pemkab Banjarnegara

Budhi pun memberikan tawaran kepada Pemprov Jateng untuk menghibahkan jalan provinsi ke Pemkab Banjarnegara sehingga kewenangan berpindah. Dengan begitu, pihaknya leluasa memperbaiki dan membangun jalan untuk mengakomidir keluhan masyarakat. 

Tentunya, peralihan status jalan provinsi menjadi jalan kabupaten membawa konsekuensi tersendiri. Alokasi anggaran peningkatan jalan Pemkab Banjarnegara mesti ditambah karena ruas jalan Kabupaten semakin panjang. 

"Kalau provinsi sibuk menghadapi yang lain-lain,  serahkan (jalan)ke kami saja. Jangan jalannya saja, duitnya juga, " katanya. (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved