Breaking News:

Berita Semarang

Ketahui 2 Rencana Besar Dishub Semarang Biar Tak Banyak Truk Rem Blong di Tanjakan Angker Silayur

Dishub Semarang merencanakan 2 hal untuk mengatasi kejadian rem blong di tanjakan angker Silayur Ngaliyan.

Istimewa
Potongan gambar CCTV kecelakaan beruntun di seberang McD Ngaliyan Semarang, belum lama ini. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang telah berikan himbauan-himbauan  sebelum terjadinya kecelakaan beruntun yang terjadi di tanjakan Silayur Ngaliyan pada Kamis (25/2/2021).

Himbauan itu berupa papan peringatan  larangan truk muatan lebih dari 8 ton melintas di jam padat, dan rambu lalu lintas.

Kepala Dishub Kota Semarang, Endro P Martanto menuturkan papan peringatan dan rambu lalu lintas yang saat ini terpasang di tanjakan Silayur masih berlaku. Hal ini diharapkan pengguna jalan khusunya pengemudi truk yang melebihi beban 8 ton dapat mematuhi rambu tersebut.

"Namun kenyataan masih cukup banyak ditemukan rambut tersebut dilanggar, "ujarnya Minggu (28/2/2021).

Menurutnya, hasil survei para pengemudi truk yang melanggar rambu tersebut beralasan bongkar muat di kawasan industri Mijen dilakukan pada jam kerja.

Sementara pada rambu itu telah jelas bahwa truk muatan lebih dari 8 ton bisa melewati Jalan Prof Hamka setelah pukul 23.00 hingga 04.00.

"Hal ini dikarenakan berdasarkan kajian diatas pukul 04.00 merupakan jam sibuk, "ujar dia.

Pihaknya menilai rambu-rambu larangan yang terpasang cukup bijak, karena dapat mengakomodir semua kepentingan.

Jika dilarang melintas sama sekali akan mengganggu perekonomian.

"Kalau dilarang sama sekali bisa mengganggu aspek perekonomian, "tuturnya.

Halaman
1234
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved