Breaking News:

Liputan Khusus

Bagaimana Nasib Mahasiswa dan Dosen jika Kampusnya Ditutup

Menurut analisis Untung Budiarso, Ketua Yayasan Peduli Pendidikan Indonesia, hal terpenting adalah menyelamatkan mahasiswa, kampus boleh ditutup

tribunjateng/grafis/bram
Grafis kampus-kampus di Jateng ditutup karena beberapa sebab 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Penutupan Perguruan Tinggi harus dibarengi solusi terutama nasib mahasiswanya. Jangan sampai menutup kampus justru menimbulkan masalah bagi mahasiswanya.

Menurut analisis Untung Budiarso, Ketua Yayasan Peduli Pendidikan Indonesia, hal terpenting adalah menyelamatkan mahasiswa, kampus boleh ditutup namun pemerintah juga harus mengupayakan agar mahasiswa bisa lanjut studi di kampus lain.

Kampus yang tidak memiliki jumlah mahasiswa memadai sudah seharusnya dilakukan evaluasi agar kehidupan kampus bisa kembali melaksanakan fungsi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Jika kampus tidak memiliki mahasiswa sudah tentu suasana ilmiah tidak bisa terwujud. Pemerintah harus lebih teliti terhadap pengajuan berdirinya Perguruan Tinggi Swasta baru.
Persyaratan dasar sebagai Perguran Tinggi Swasta seperti gedung, kurikulum dan SDM seperti dosen dan tenaga pendidik harus benar-benar terpenuhi. Sebab salah satu masalah yang dihadapi Perguran Tinggi Swasta baru adalah minimnya sarana prasarana dan SDM.

Penutupan kampus harus dilihat dari berbagai kepentingan yaitu kepentingan lembaga dan kepentingan masa depan mahasiswa. Artinya jika memang kampus tidak memenuhi standard pendidikan yang dipersyaratkan yaitu jumlah mahasiswa (student body) sedikit sekali maka jelas akan memberatkan lembaga (pengelola).

Bagaimana membayar dosen pegawai yang lain, jika ini dipertahankan maka akan berdampak pada kualitas lulusan yang kurang memadai.

Kemudian yang ke dua, mahasiswa harus diamankan dari kecenderungan masa depan yang tidak menentu dari sisi pendidikannya. Oleh karena itu jika mau menutup PTS, mahasiswa harus segera dievakuasi atau pindah ke PTS yang lain. Ini yang harus menjadi perhatian dari lembaga dan pemerintah, jangan sampai mahasiswa yang mau pindah ke PTS lain namun PTS yang bersangkutan tidak mau menerima.

Penutupan kampus menjadi alternatif terakhir jika upaya "menyehatkan" kampus menjadi kendala bagi pengelola karena faktor jumlah mahasiswa yang menurun. Selain upaya ini juga penting untuk mengantisipasi jual beli ijazah.

Jika penutupan kampus karena faktor tersebut di atas saya kira adalah hal yang wajar dalam rangka menyelamatkan mahasiswa dan pengelola. (tim)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved