Breaking News:

Banjir Pekalongan

Banjir Pekalongan Tak Kunjung Surut, Pemerintah Diminta Lakukan Ini Agar Banjir Besar Tak Terulang

Bersama partainya, Riyono sempat melaksanakan bakti sosial kepada warga terdampak banjir. Bantuan yang diberikan berupa perahu karet

Tribun Jateng/Indra Dwi Purnomo
Banjir di wilayah Sampangan, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Minggu (7/2/2021) malam. 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah, Riyono menyebut banjir di wilayah pantai utara (Pantura) Jateng, terutama Kota Pekalongan, tahun ini lebih besar dibandingkan pada 2020 lalu.

Di Pekalongan, warga sudah sekitar tiga pekan mengungsi karena terdampak banjir.

"Banjir tahun ini lebih besar, baik curah hujan maupun dampaknya yang lebih luas. Hujan deras datang bergelombang. Mulai akhir Januari, awal hingga pertengahan Februari, terdapat curah hujan yang cukup tinggi," kata Riyono, Senin (1/3/2021).

Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jateng 13 (Pemalang, Pekalongan, Batang, Kota Pekalongan) ini meminta pemerintah Kota Pekalongan dan Provinsi Jateng agar segera menangani musibah ini, karena warga sudah sekitar 20 hari mengungsi.

Selain itu, ia juga meminta pemerintah menyiapkan program antisipasi banjir lebih dini agar banjir tidak rutin setiap tahun melanda. Selain harta benda, tentunya banjir juga merusak infrastruktur dan fasilitas umum lain.

"Banjir menyebabkan kerusakan pada jalan raya. Banyak jalan yang berlubang. Dengan perkiraan kerugian hingga ratusan miliar rupiah. Belum lagi kerusakan rumah warga yang terkena genangan air masuk ke ratusan rumah warga di wilayah Pekalongan," tandasnya.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyebutkan bahwa selain curah hujan yang tinggi, kapasitas infrastruktur yang tidak memadai juga menyebabkan air lebih sulit surut.

"Pemkot Pekalongan dan Pemprov Jateng harus mengantisipasi banjir di 2022 lebih dini. Siapkan pompa air kapasitas besar di setiap kabupaten/kota di pantura. Lalu bangun embung dan penampungan air, perbaikan saluran air serta irigasi perkotaan yang menjadi jalan bagi air hujan jika curah hujan sangat tinggi," jelasnya.

Banjir yang melanda Kota Pekalongan pada 7 Februari 2021 lalu tak kunjung surut. Setidaknya terdapat  1.500 warga telah diungsikan karena tempat tinggal mereka terendam banjir. Warga diungsikan ke 43 tempat pengungsian yang tersebar di seluruh 4 Kecamatan di Kota Pekalongan.

Bersama partainya, Riyono sempat melaksanakan bakti sosial kepada warga terdampak banjir. Bantuan yang diberikan berupa perahu karet.

Selain itu, relawan PKS di Pekalongan Selatan dan Utara PKS juga memberikan bantuan obat - obatan, paket sembako serta makanan siap saji sejak awal Februari lalu.(mam)

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved