Breaking News:

Berita Semarang

BPBD Kota Semarang Belum Dapat Berikan Bantuan Dana Stimulus terhadap Rumah Rusak Akibat Bencana

BPBD Kota Semarang belum dapat memberikan bantuan berupa dana stimulus terhadap rumah rusak.

TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Kondisi rumah warga Bukit Manyaran Permai, RW 5 Kelurahan Sadeng, Kecamatan Gunungpati pasca terjadi tanah longsor, Senin (1/3/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - BPBD Kota Semarang belum dapat memberikan bantuan berupa dana stimulus terhadap rumah rusak akibat bencana baik tanah longsor, angin puting beliung, atau banjir. Sebab, BPBD saat ini masih terkendala sistem informasi pemerintah daerah (SIPD) terbar

Sekretaris BPBD Kota Semarang, Winarsono menyampaikan, pada 2020 lalu ada dana bansos tidak terencana akibat bencana. Sehingga, BPBD dapat memberi bantuan dana stimulus setiap terjadi bencana. Hal itu juga diatur dalam perwal. Namun pada 2021 ini, ada regulasi SIPD yang baru. 

Pada 2021, dalam regulasi SIPD, dana bansos tidak terencana tidak masuk dalam anggaran tingkat kota. Hal itu yang membuat BPBD belum dapat memberikan dana stimulus terhadap rumah rusak akibat bencana. Sementara ini, BPBD hanya bisa memberikan bantuan berupa logsitik.

"Masyarakat yang kena longsor dan puting beliung pasti menanyakan bantuan. Sementara ini, kami masih ada kendala, masih dibicarakan lagi," terang Winarsono, Senin (1/3/2021).

Setiap terdapat bencana, lanjut dia, BPBD tentu melakukan peninjauan lapangan, koordinasi dengan wilayah setempat, dan membuat laporan. Mengenai bantuan, pihaknya baru dapat menyalurkan bantuan berupa logistik semisal terpal, selimut, dan sembako.

Terkait dana bantuan tak terduga (BTT) sebenarnya untuk menyikapi bencana Covid-19. Sedangkan untuk bencana alam, terdapat ketentuan dan kajian untuk pencairan BTT. Yakni, harus ada status tanggap darurat. Hal itu cukup menyulitkan karena kejadian bencana terus berjalan berganti hari dan tempat.

"Sebetulnya kemarin tanggal 6 sudah ada proses untuk tanggap darurat. Kami dapat bantuan dari BNPB. Persoalannya, kejadian berikut-berikutnya kami ajukan lagi dengan anggaran baru ternyata tidak bisa," katanya. (*)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved