Breaking News:

Berita Slawi

Dukung Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19, 100 Perwakilan Tokoh NU Kabupaten Tegal Divaksin

100 perwakilan tokoh NU Kab Tegal mengikuti vaksinasi berlokasi di gedung PCNU Jalan Jenderal Ahmad Yani.

Tribun Jateng/Desta Leila Kartika
Salah satu perwakilan dari anggota NU Kabupaten Tegal yang sedang mendapat giliran untuk diberikan suntikan vaksin Covid-19, berlokasi di gedung PCNU Jalan Jenderal Ahmad Yani, Procot, Kecamatan Slawi, Senin (1/3/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintah dalam hal pelaksanaan vaksinasi Covid-19, 100 perwakilan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Tegal mengikuti vaksinasi berlokasi di gedung PCNU Jalan Jenderal Ahmad Yani, Procot, Kecamatan Slawi, Senin (1/3/2021).

Dari jumlah 100 orang tersebut, berasal dari Majelis Wakil Cabang (MWC) NU, muslimat, fatayat, ansor, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (Ipnu), dan lain-lain.

Ketua MWC NU Slawi, Sono Sugiarto menjelaskan, seluruh pengurus cabang MWC Kabupaten Tegal di 18 Kecamatan plus ada satu Kecamatan yang jumlah MWC nya ada dua yaitu Bumijawa dan Jejeg. Sehingga total ada 19 yang menjadi perwakilan untuk mengikuti vaksinasi Covid-19.

"Ya kalau dihitung kurang lebihnya hari ini ada 100 orang yang divaksin Covid-19. Jadi inikan perwakilan, setelahnya akan dilaksanakan vaksinasi di MWC masing-masing. Intinya kami mendukung program pemerintah dan mengajak masyarakat untuk tidak takut divaksin," jelas Sono, pada Tribunjateng.com.

Setelah divaksin, Sono mengaku tidak merasakan gejala apapun. Ia hanya merasa mengantuk dan lapar, selain itu tidak ada gejala lainnya.

"Insyaallah tidak akan ada gejala yang parah setelah divaksin, masih dalam kategori wajar ya hanya merasa ngantuk dan lapar saja," tuturnya.

Masih di lokasi yang sama, Katib Syuriah PCNU Kabupaten Tegal, Marsus Satori mengatakan, setelah divaksin Covid-19 ia tidak mengalami atau merasakan gejala apapun. Sehingga ia mengaku merasa heran karena selama ini vaksin Covid-19 terkesan sangat menakutkan.

Padahal setelah ia mengalami sendiri tidak ada yang menakutkan.  Bahkan ia menyebut suntikan vaksin Covid-19 dengan gigitan semut masih lebih sakit ketika digigit semut.

"Alhamdulillah saya sudah divaksin dan tidak mengalami gejala apapun. Saat disuntik tadi juga tidak sakit atau gimana, malah tidak kerasa tiba-tiba selesai," ungkapnya.

Tidak lupa, Marsus juga mengimbau warga Kabupaten Tegal khususnya dari kalangan NU untuk tidak perlu takut divaksin Covid-19.

Semuanya harus siap divaksin karena demi kesehatan dan keamanan bersama supaya terhindar dari pandemi Covid-19.

"Vaksinasi merupakan bentuk ikhtiar untuk menjaga kesehatan. Karena menjaga kesehatan hukumnya fardhu atau wajib dilaksanakan. Bagi saya sangat "cemen" sekali kalau sampai ada yang takut divaksin," tegasnya.

Ketua Tim Surveilan dan Kesling Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Eko BP Prabowo menambahkan, kegiatan vaksinasi di gedung PCNU Kabupaten Tegal ini menargetkan 100 orang. Diharapkan semuanya bisa selesai dalam waktu sehari.

Adapun tujuan vaksinasi ini, untuk meminimalkan resiko penularan Covid-19 di wilayah Kabupaten Tegal. Sedangkan Vaksinator yang di gedung PCNU berasal dari Puskesmas Slawi.

"Pelaksanaan penyuntikan kedua itu jaraknya 14 hari dari pemberian suntikan pertama. Sehingga dua minggu kedepan kami adakan penyuntikan dosis kedua di lokasi yang sama yaitu gedung PCNU ini," pungkasnya. (*)

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved