Breaking News:

Berita Kabupaten Tegal

Kedelai Masih Mahal, Darwati Terpaksa Menaikkan Harga Jual Tempe

Imbasnya, sejak awal tahun 2021 pedagang tempe terpaksa menaikkan harga jual tempenya

TribunJateng.com/Desta Leila Kartika
Salah satu pedagang tempe di Pasar Trayeman Slawi, Darwati, saat sedang berada di lapak dagangannya dan menunjukkan produksi tempe yang ia jual. Mengaku terkena imbas dari harga kedelai yang masih mahal yaitu Rp 10 ribu per kilogram. Darwati berharap harga kedelai bisa stabil lagi sehingga penjualannya meningkat. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Penjual tempe di Pasar Trayeman Slawi Kabupaten Tegal, mengeluhkan harga kedelai yang masih tergolong mahal yaitu Rp 10 ribu per kilogram. Padahal biasanya hanya dikisaran Rp 6 ribu - Rp 7 ribu per kilogram.

Imbasnya, sejak awal tahun 2021 pedagang tempe terpaksa menaikkan harga jual tempenya.

Salah satu pedagang tempe di Pasar Trayeman Slawi, Darwati menuturkan, meski harga kedelai naik dan untung yang didapat tidak seberapa, namun ia tetap menggunakan 100 persen kedelai tanpa dicampur dengan bahan lainnya. 

Menurut Darwati, ia tidak ingin membuat pelanggannya kecewa dan pada akhirnya malah kehilangan pelanggan. 

Sehingga lebih baik menaikkan harga atau mengurangi ukuran tempe, dari pada mencampur dengan bahan lain.  

"Ya pada akhirnya supaya tetap bisa jualan dan ada pemasukan, saya menaikkan harga Rp 1.000 per Potong tempe. Jadi yang biasanya saya jual Rp 4 ribu sekarang 5 ribu, yang Rp 5 ribu sekarang Rp 6 ribu, yang biasanya Rp 6 ribu sekarang Rp 7 ribu. Saya juga membuat tempe yang ukuran kecil harganya Rp 1.000," jelas Darwati pada Tribunjateng.com, Senin (1/3/2021) kemarin.

Darwati pun mengaku saat ini hanya memproduksi tempe sekitar 35 kilogram per hari, padahal biasanya mencapai 50 kilogram.

Selama ini, Darwati melakukan proses produksi pembuatan tempe di rumahnya yang tidak jauh dari lokasi pasar Trayeman.

Penjualan juga turun, yang biasanya sehari dagangannya bisa habis sekarang tidak. 

Tapi terkadang ada konsumen yang mencari tempe yang diproduksi sehari sebelumnya jadi masih bisa dijual lagi.

"Harapan saya ya harga kedelai bisa stabil lagi jangan naik terus. Pembeli juga banyak seperti biasanya kalau sekarang jujur cenderung sepi," harapnya. (dta)

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved