Breaking News:

KKN Undip

Mahasiswa Undip Buatkan Dispenser Handsanitizer Otomatis Ke Warga Bringin Semarang

seorang Mahasiswa KKN Undip 2021, Bagas Inka Hafyansyah mengungkapkan, salah satu cara penularan virus Covid-19

IST
Mahasiswa KKN Undip 2021, Bagas Inka Hafyansyah menyerahkan dispenser handsanitizer pada warga. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kelurahan Bringin, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang menjadi salah satu lokasi KKN Undip 2021.

Seorang mahasiswa KKN, Bagas Inka Hafyansyah mengungkapkan, salah satu cara penularan virus Covid-19 karena kurangnya menjaga kebersihan tangan.

Tangan adalah salah satu anggota tubuh yang paling sering kontak langsung dengan benda apa saja, padahal benda yang disentuh belum tentu bersih atau bebas dari kuman dan virus.

Angka pasien positif covid-19 terus bertambah setiap harinya diberbagai daerah, termasuk Kota Semarang.

Peningkatan terjadi karena banyaknya faktor, faktor terbesar adalah banyaknya masyarakat yang menganggap remeh pandemi ini sehingga protokol kesehatan banyak yang diabaikan.

Ditambah lagi, kegiatan masyarakat juga sering mengadakan pertemuan-pertemuan yang tidak dipungkiri adanya kemungkinan adanya penyebaran virus, warga RT03/RW07 juga sering melakukan pertemuan rutin bulanan.

Selain itu, masih banyak fasilitas umum yang menyediakan peralatan pencegahan seperti dispenser Handsanitizer yang masih konvensional yang masih mengharuskan seseorang untuk menyentuh bagian yang berkontak dengan dispenser handsanitizer, terutama bagian noozlenya.

Masyarakat masih menggunakan dispenser handsanitizer yang model sentuh tangan.

Dari permasalahan tersebut, maka program kerja yang diprakarsai oleh mahasiswa KKN dan telah disetujui oleh dosen pembimbing kampus serta pejabat berwenang, mahasiswa membuat dispenser handsanitizer otomatis.

Dispenser handsanitizer otomatis didesain menggunakan alat dan bahan sederhana yang dapat dijumpai dengan mudah serta cara pembuatan yang mudah pula diikuti.

Hal ini sengaja dirumuskan agar setiap warga di lingkungan tersebut bisa membuat dan memiliki sendiri di rumah masing-masing.

Bahan utama pembuatan alat ini adalah sensor inframerah dan beberapa alat seperti transistor32C,resistor 1000 ohm,solder dan wadah bekas handsanitizer.

Dengan adanya alat ini diharapkan warga RT 03/ RW 07 dapat menggunakannya saat ada pertemuan tetapi selalu menjaga protol kesehatan dan mampu meminimalisir kemungkinan penyebaran virus corona. (*)

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved