Breaking News:

Berita Semarang

Warga Karangjangkang Meminta Perlindungan Wali Kota Semarang, Takut Rumah Digusur

Warga Karangjangkang, Kelurahan Ngemplak, Semarang Barat, Kota Semarang, mengajukan permohonan perlindungan Wali Kota.

Istimewa
Warga Karangjangkang, Kelurahan Ngemplak, Semarang Barat, didampingi kuasa hukum dari LBH Mawar Saron usai menerima SP1 dari Distaru Kota Semarang, kemarin. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Warga Karangjangkang, Kelurahan Ngemplak, Semarang Barat, Kota Semarang, mengajukan permohonan perlindungan kepada Wali Kota Semarang, Senin (1/3/2021).

Permohonan diajukan karena bangunan tempat tinggal mereka tak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB).

Sehingga, warga terancam digusur dan bangunan dirobohkan.

Ada 64 Kepala Keluarga (KK) di Karangjangkang, Kelurahan Ngemplak, yang terancam digusur.

Mereka telah menerima Surat Peringatan pertama (SP1) dari Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang.

"Kami mewakili warga mengajukan permohonan perlindungan kepada Wali Kota Semarang dan permohonan pemutihan IMB," kata kuasa hukum warga dari LBH Mawar Saron Semarang, Tommi Sarwan Sinaga.

Tommi menuturkan, permohonan diajukan mengingat banyak bangunan rumah warga yang telah dibangun lebih dari dua puluh tahun lalu.

Bangunan rumah tinggal warga tersebut dibangun di atas tanah negara setelah berakhirnya hak guna bangunan (HGB).

Di mana atas tanah tersebut dahulu pernah terbit Sertifikat HGB No. 113 pada tahun 1975.

Adapun jangka waktu haknya telah berakhir pada tahun 1995 dan tidak diperpanjang.

Halaman
12
Penulis: m zaenal arifin
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved