Jumat, 5 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Buka Latsar ASN 201‎9, Plt Bupati Kudus Hartopo Targetkan Ada Perubahan Positif

Jumlah peserta yang mengikuti Latsar terdiri dari 376 orang golongan III, dan 6 orang golongan II

Tayang:
Penulis: raka f pujangga | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Raka F Pujangga
Plt Bupati Kudus, HM Hartopo pelatihan dasar (Latsar) secara virtual yang diikuti sedikitnya 382 Aparatur Sipil Negara (ASN) 2019 di Command Centre, Kabupaten Kudus, Rabu (3/3/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Sedikitnya 382 Aparatur Sipil Negara (ASN) 2019 menjalani pelatihan dasar (Latsar), yang dibuka secara virtual di Command Centre, Kabupaten Kudus, Rabu (3/3/2021).

Jumlah peserta yang mengikuti Latsar terdiri dari 376 orang golongan III, dan 6 orang golongan II.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus, HM Hartopo berpesan, agar pelaksanaan Latsar berjalan dengan baik dan memberikan bekal yang cukup bagi para peserta yang bertugas menjadi abdi negara.

"Harapannya setelah Latsar selesai bisa memberikan banyak perubahan bagi ASN, sehingga kami minta agar belajar yang tekun," ujar dia.

Hartopo menjelaskan, setiap peserta yang mengikuti Latsar tersebut akan diberikan penilaian.

Sehingga harapannya para peserta diminta untuk serius menjalankan dengan baik Latsar tersebut.

"Nanti ada indikator penilaiannya, kalau terlalu jelek akan menentukan nilainya," jelas dia.

‎Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Kudus, Catur Widiyatno menjelaskan, pelaksanaan Latsar akan dibagi dalam 10 angkatan.

Masing-masing angkatan terdiri dari 38 sampai 39 orang yang pelaksanaannya dilakukan secara daring di 11 titik.

Di antaranya SMPN 1 Kudus, SMPN 2 Kudus‎, SMPN 5 Kudus, SMPN 1 Jari, SMPN 2 Undaan, SMPN 1 Mejobo, dan tempat kerja masing-maing.

"Materi pelatihannya sebanyak 674 jam pelajaran yang dilaksanakan selama 74 hari," ujar dia.

Pelaksanaannya dilakukan dalam bentuk blended learning melalui ti‎ga bagian pembelajaran yakni pelatihan mandiri, distance learning dan pembelajaran klasikal.

Metode blended learning ini dilakukan dengan pemanfaatan media pembelajaran synchronous yaitu video conference dan asynchronus yaitu email, internet browser dan modul.

"‎Pelaksanaannya lima angkatan dilakukan mulai ini, sedangkan lima angkatan lainnya setelah anggaran APBD perubahan 2021," ujar dia.

‎Anggaran untuk Latsar kali ini dinilai lebih hemat karena metodenya yang dilakukan secara daring.

"Kaau Latsar biasanya kami harus siapkan makan dan minumnya, jadi biayanya bisa dua kali lipat dari sekarang. Saat ini anggarannya yang disiapkan Rp 3 miliar," ujar dia. (raf)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved