Breaking News:

Berita Semarang

Meliana Ibu Kandung di Semarang Dilaporkan Anak ke Polisi Gara-gara Warisan: Jangan Terlalu Disayang

Meliana Widjaja (64) warga Gajahmungkur menangis karena dilaporkan satu diantara empat orang anaknya di Polrestabes Semarang gara-gara warisan

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: galih permadi

"Papanya merasa dendam sekali dengan anak ini karena merasa dipermainkan.

Dia (pelapor) di deportasi karena urusan Polisi tapi memang di Australia memang suka melanggar, "pungkasnya.

Sementara itu, anak pertama Tommy Widjaja meminta agar adiknya sebagai pelapor segera menyelesaikan perseteruan keluarga tersebut.

Dia tidak tega melihat kondisi ibunya yang dilaporkan oleh anak kandungnya.

"Kasus ini segera diberhentikan karena kasihan mama, "tukasnya.

Warisan

Gara-gara warisan, seorang ibu asal Gajahmungkur dilaporkan anaknya ke Polrestabes Semarang.

Ibu tersebut bernama Meliana Widjaja (64) dilaporkan oleh satu diantara empat  anaknya. Tidak hanya Meliana, anaknya pertamanya  Tommy Widjaja juga ikut dilaporkan.

Meliana masih terlihat lemas ketika memenuhi undangan pemeriksaan di Polrestabes. Dia didampingi oleh dua orang anaknya dan tim pengacaranya.

Pengacara Meliana, Dedy Gunawan mengatakan laporan yang dilayangkan ke kliennya masih bersifat pengaduan.

Kliennya tersebut diadukan pada (21/12) lalu.

"Pengaduannya dugaan pemalsuan dokumen dan memasukkan dokumen ke dalam akta otentik, "ujarnya usai mendampingi Meliana di Polrestabes Semarang, Rabu (3/3/2021).

Menurutnya, kliennya tersebut telah dua kali diminta klraifikasi  Polrestabes Semarang. 

"Saat ini masih dalam rangka klarifikasi, "tuturnya.

Dedy menerangkan pada aduan tersebut tidak terjadi kerugian materi  dialami pelapor yang juga sebagai anaknya.

Namun memang diakui ada kesalahan dilakukan kliennya yang tidak disengaja.

"Tetapi ketika Meliana menyadari itu segera membentulkan dan tidak terjadi kerugian, "jelasnya.

Namun rupanya, anak yang melaporkan tersebut terus menekan sang ibu dengan meminta warisan dari bapaknya.

Permintaan pelapor ditolak oleh kliennya karena dalam kondisi sehat.

"Kami harapkan kalau memang anak kandung Meliana mengharapkan hal itu bisa dibicarakan baik-baik tidak harus melaporkan ke Polisi," tuturnya.

Menurut dia,  warisan yang dipeributkan pelapor berupa sebidang tanah yang berada di rumah anak pertama kliennya bernama Tommy di wilayah Gajahmungkur.

Tanah tersebut terdapat dua sertifikat, dan Meliana menginginkan agar  sertifikat tanah peninggalan suaminya dijadikan satu.

"Meliana ini menghubungi teman suaminya.

Terus temannya tersebut menawarkan agar nama suaminya yang berada di sertifikat dialihkan ke anaknya bernama Tommy, "paparnya.

Namun berjalannya waktu, kliennya mengalami hal yang janggal. Hingga pada akhirnya sebelum dilaporkan, Meliana meminta berkas yang telah diserahkan ke teman suaminya.

"Tapi saat diminta mengantakan nanti-nanti. Setelah diberikan ancaman baru dikembalikan berkasnya, "jelasnya.

Lanjutnya saat dikembalikan berkas tersebut, kliennya telah dipanggil kepolisian. Pada berkas itu terdapat keterangan waris yang tidak benar saat diserahkan ke teman suaminya.

"Saat diperiksa Meliana ditunjukkan berkas bahwa keterangan waris itu dibuat seakan-akan anak dari Meliana hanya satu.

Padahal sebelumnya Meliana telah memaparkan ahli waris yang merupakan anaknya ada empat orang saat berkas itu dibawa teman suaminya, "paparnya.

Bahkan, kata dia, Meliana telah membatalkan akta keterangan waris tersebut.

Sertifikat itu telah kembali ke nama suaminya.

"Anak dari Meliana yang melaporkan sebenarnya tidak dirugikan.

Namun masih tetap meminta warisan,"imbuhnya.

Dedy mengatakan telah berusaha melakukan mediasi kepada sang anak yang melaporkan Meliana. Bahkan sang ibu telah menyiapkan dua bidang tanah lainnya untuk diberikan senilai Rp 1 Miliar.

"Namun sang anak tidak ada tanggapan malah menantang bahwa proses dilanjutkan ke peradilan, dan kami harap peristiwa ini bisa diselesaikan dengan baik, "imbuhnya.

(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved