Breaking News:

Berita Batang

Sekolah Pelosok Kekurangan Tenaga PNS, Dana Bos Membengkak untuk Gaji Honorer

SMP Negeri 4 Bawang berharap adanya tambahan tenaga PNS untuk mengajar atau sebagai tenaga administrasi.

Istimewa
Ilustrasi. Pembelajaran tatap muka di SMP Negeri 4 Bawang. 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - SMP Negeri 4 Bawang berharap adanya tambahan tenaga PNS untuk mengajar atau sebagai tenaga administrasi di sekolah.

Pasalnya jika hanya mengandalkan tenaga h

Islustrasi. Pembelajaran tatap muka di SMP Negeri 4 Bawang.
Islustrasi. Pembelajaran tatap muka di SMP Negeri 4 Bawang. (Istimewa)

onorer, maka anggaran BOS akan membengkak, dan upah untuk honor WB masih di bawah standar. 

"Sejak sekolah berdiri tahun 2014, kami belum pernah diberi guru dan TU PNS, untuk yang PNS hanya Kepala Sekolah sehingga anggaran BOS hanya untuk honor Wiyata Bhakti itupun belum layak," tutur Kepala SMPN 4 Bawang, Mulud Sugito, Rabu (3/3/2021).

 Apalagi, lanjut dia untuk sekolah seperti SMPN 4 Bawang, akses yang ditempuh terbilang cukup jauh dan cukup sulit. 

"Sehingga kami berharap ada perekrutan PNS di sini sehingga yang mengabdi di sini dapat honor yang lebih layak,"ujarnya.

Dijelaskannya, dari 12 tenaga pendidik dan kependidikan di sekolahnya, ada beberapa yang belum mendapatkan honor yang layak. 

Bahkan ada yang per bulannya masih mendapatkan sekitar Rp200 Ribu, meskipun sebagian juga sudah mendapatkan bantuan dari BOSDA Personalia.

Sampai sekarang semua guru dan TU masih wiyata bhakti semua, hanya kepala sekolah yang PNS.

Sehingga dampaknya anggaran BOS habis untuk pembayaran honor dan sekolah sulit memenuhi sarana prasarana terutama dalam pemenuhan SOP Tatap Muka. 

"Sebagai ilustrasi BOS tahun 2020 sebesar Rp 46 juta, untuk membayar honor selama setahun Rp 37,2 Juta hanya 8 jutaan untuk operasional selama setahun, padahal pihak sekolah harus membiayai operasional mobil untuk antar jemput siswa yang tiap bulan menghabiskan anggaran Rp1,2 Juta," jelasnya. 

Tak hanya SMPN 4 Bawang, ternyata hal ini juga dikeluhkan oleh beberapa sekolah satu atap lainnya seperti SMPN 4 Blado Satap, SMPN 3 Wonotunggal Satap, SMPN 4 Reban Satap. 

"Kami berharap ke depannya ada perhatian dari pemerintah untuk membuka formasi PNS di sekolah kami atau mungkin nantinya kalau belum ada formasi PNS, bisa diusulkan untuk formasi PPPK, sehingga untuk honorarium bisa dibantu dari Pemda," pungkasnya. (*)

Penulis: dina indriani
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved