Breaking News:

Berita Banyumas

Diskusi Pendidikan Antara Bupati Banyumas dengan Tanoto Foundation, Husein: Siswa Perlu Refresh

Pendidikan harus terus beradaptasi dengan pandemi, dan kualitas belajar harus diupayakan sekuat tenaga.

TRIBUNBANYUMAS/Ist.
Achmad Husein saat diskusi tentang pendidikan program Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran (PINTAR) dengan Tanoto Foundation di ruang kerja Bupati, pada Rabu (3/3/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Pendidikan harus terus beradaptasi dengan pandemi. 

Kualitas belajar juga harus diupayakan semampu dan sekuat tenaga agar capaiannya maksimal. 

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Banyumas, Achmad Husein

Achmad Husein saat diskusi tentang pendidikan program Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran (PINTAR) dengan Tanoto Foundation di ruang kerja Bupati, pada Rabu (3/3/2021).
Achmad Husein saat diskusi tentang pendidikan program Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran (PINTAR) dengan Tanoto Foundation di ruang kerja Bupati, pada Rabu (3/3/2021). (TRIBUNBANYUMAS/Ist.)

dalam diskusi tentang pendidikan dengan program Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran (PINTAR) Tanoto Foundation di ruang kerja Bupati, pada Rabu (3/3/2021).

"Program PINTAR perlu dilanjutkan lagi kerja samanya.  Kalau tahun ini selesai, langsung diperpanjang saja. Dampaknya sudah terlihat baik," ujar Bupati usai mendengar laporan perkembangan program dari Koordinator Program PINTAR Tanoto Foundation, Dr Nurkolis, MM dan Kepala Dinas Pendidikan, Irawati. 

Bupati mengungkapkan dampak dari Pandemi ini sangat dirasakan oleh siswa, orangtua dan masyarakat.  Sehingga perlu ada antisipasi dengan sistem atau aplikasi yang memudahkan mereka untuk bisa terus belajar dan terpantau capainnya. 

Bupati melihat berdasarkan hasil paparan, dampak itu masih lebih banyak di guru sehingga setelah fokus di guru pada tahun ini, dia berharap fokus program dikembangkan kepada siswa. 

"Kalau guru-gurunya sudah dilatih saatnya diterapkan ke siswa. Kalau perlu dengan tatap muka terbatas. Bisa seminggu sekali ketemu 5 orang siswa dengan 1 guru, modelnya berupa refresh materi atau penguatan Mapel," ujar bupati kepada Tribunbanyumas.com, dalam rilisnya. 

Hal itu supaya siswa tetap bisa merasakan sekolah, merasa didampingi dan guru tetap bisa terus memberikan materi. 

Materinya yang ringan namun bermakna, tapi tetap harus menjaga protokol kesehatan. 

Halaman
12
Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved