Breaking News:

Berita Banyumas

Diskusi Pendidikan Antara Bupati Banyumas dengan Tanoto Foundation, Husein: Siswa Perlu Refresh

Pendidikan harus terus beradaptasi dengan pandemi, dan kualitas belajar harus diupayakan sekuat tenaga.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: sujarwo
TRIBUNBANYUMAS/Ist.
Achmad Husein saat diskusi tentang pendidikan program Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran (PINTAR) dengan Tanoto Foundation di ruang kerja Bupati, pada Rabu (3/3/2021). 

Menanggapi hal tersebut, koordinator Program PINTAR Tanoto Foundation Jawa Tengah, Dr Nurkolis akan menindaklanjutinya dalam bentuk dukungan inovasi yang adaptif dengan pandemi.

Misalnya penguatan budaya baca siswa dengan lebih banyak menyalurkan link-link bacaan dan materi yang ramah anak serta berbasis IT. 

Selain itu sekolah akan difasilitasi aplikasi Learning Manajemen Sistem (LMS) yang akan memudahkan mereka melakukan pembelajaran jarak jauh, baik luring maupun daring. 

"kita sadar bahwa peran orangtua sangat penting dalam PJJ. Oleh karena itu, setelah ini kita akan ada program LMS, penguatan gusus dan utamanya adalah parenting. Program ini akan mendorong dan menjembatani siswa, guru dan orangtua agar sukses belajarnya," katanya. 

Nurkolis mengingatkan bahwa dari hasil survei yang dilakukan alat belajar yang digunakan oleh guru siswa adalah menggunakan WA grup.  Namun, sebenarnya alat ini bisa di manajemen supaya dampak belajar siswa lebih terukur. 

Cara-cara ini bisa dilakukan supaya tetap meminimalisir biaya kuota internet.  Program juga akan melakukan Pameran Pendidikan untuk menunjukkan hasil-hasil implementasi program. 

"Kami merencanakan akan melakukan pameran praktik baik di akhir tahun.  Intinya kita akan mendorong sekolah mitra tetap produktif saat pandemi ini," jelasnya. 

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Irawati, mengungkapkan pentingnya program PINTAR untuk tetap menjadi mitra Dinas Pendidikan

Dia melihat efek jangka panjang yang dirasakan guru-guru dan kepala sekolah usai dilatih. 

Menurutnya pola yang dilakukan berbeda dan memang mengaktifkan semua peserta sehingga semua peserta aktif dalam mengikuti pelatihan. 

Selain itu, aktivitas siswa juga didorong untuk berfikir tingkat tinggi sehingga aktivitas siswa benar-benar bermakna.  Mulai dari mengaktifkan siswa bagaimana siswa bisa menganalisis, mencari masalah lalu menyelesaikan masalah tersebut. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved