Breaking News:

Sampah Sungai

Ekskavator Bersihkan Tumpukan Sampah di Sungai Piji Kudus

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana ‎mulai melakukan pengerukan sampah sepanjang ratusan meter di Sungai Piji.

Tribun Jateng/ Raka F Pujangga
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana menerjunkan ekskavator untuk melakukan pengerukan sampah sepanjang ratusan meter di Sungai Piji, Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Kamis (4/3/2021). ‎ 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana ‎mulai melakukan pengerukan sampah sepanjang ratusan meter di Sungai Piji, Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Kamis (4/3/2021). 

Ekskavator diterjunkan untuk membantu mengangkat sampah dari sungai ke daratan yang sempat ramai di media sosial karena menutup sungai hingga 300 meter.

Perangkat Desa Kesambi, Sulikan mengatakan, pembersihan sampah yang menumpuk diperkirakan selesai dalam waktu empat sampai lima hari. 

"Kami sangat berterima kasih sudah membantu dalam pembersihan sungai ini. Sebab, jika tidak menggunakan alat berat akan sangat kesulitan karena sampah menumpuk terlalu banyak," katanya.

Menurutnya, setelah sampah dikumpulkan, rencananya akan dijemur hingga mengering dan dibakar.

"Ada jarak sekitar tujuh meter untuk menaruh sampah tersebut. Nantinya akan kami bakar bersama petani sekitar," ungkapnya.

Terpisah, Kepala Desa Kesambi, M Masri menyatakan, sebagian sampah yang tidak bisa dibakar akan diangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA). 

"Kami berterima kasih sudah ada bantuan untuk mengangkat sampah tersebut. Nanti akan dilakukan secara bertahap," ujar dia.

Selain itu, pihaknya berharap instansi terkait dapat meninjau gorong-gorong yang menghubungkan Sungai Piji dan Sungai Juwana 2 atau Sungai Jratun.

Pasalnya penumpukan sampah yang terjadi karena rongga gorong-gorong yang terlalu sempit.

"‎Karena jika residen gorong - gorong tidak diganti maka hal sama akan terjadi kembali saat musim hujan nanti," ucap dia.

Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak membuang sampah mulai dari hulu hingga hilir sungai.

"Kami terus mengingatkan masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai. Tapi meskipun di Desa Kesambi sudah diperketat dari atas juga masih buang sampah di sungai ya percuma," ucapnya.

Pihaknya juga mendukung program pemerintah untuk membuat jaring di sungai yang ada di setiap perbatasan desa. 

"Karena disitu nanti ketahuan desa mana yang membawa dampak sampah paling banyak," tandasnya‎. 

Penulis: raka f pujangga
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved