Breaking News:

Berita Pekalongan

PTM di Kabupaten Pekalongan Dikaji Lagi

Dindikbud Kabupaten Pekalongan mengusulkan agar uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) dilakukan.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Indra Dwi Purnomo
Asisten I Bidang Pemerintah dan Kesra Kabupaten Pekalongan Totok Budi Mulyanto 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pekalongan mengusulkan agar uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) dilakukan.

Namun, Bupati Pekalongan meminta agar PTM dikaji terlebih dahulu oleh satgas Covid-19 tingkat kabupaten.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pekalongan Siti Masruroh mengatakan, pihaknya sudah mengajukan nota dinas ke bupati untuk dilaksanakannya PTM.

Nota tersebut berisi permohonan uji coba PTM dengan sistem mikrozonasi.

"Kami mengajukannya juga dengan permohonan uji coba itu dikaji terlebih dahulu oleh Satgas Covid-19," kata Plt Dindikbud Kabupaten Pekalongan Siti, Rabu (3/3/2021).

Pihaknya mengungkapkan, pengajuan uji coba PTM dengan menerapkan sistem mikrozonasi Covid-19.

"Kami masih minta uji coba mikrozonasi hijau dan kuning. Kecuali yang merah ditunda dulu."

"SMP mikrozonasi kecamatan dan SD mikrozonasi SD," ungkapnya.

Terpisah, Asisten I Bidang Pemerintah dan Kesra Kabupaten Pekalongan Totok Budi Mulyanto menjelaskan, bupati telah merespons permohonan dari Dindikbud. Namun, saat ini masih dikaji oleh satgas Covid-19.

"Masih ada berbagai pertimbangan, salah satunya karena dari Gubernur juga belum memberi lampu hijau karena ada PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat)," jelasnya. 

Karena, sejauh ini baru ada dua alternatif terkait PTM ditengah pandemi Covid-19. Namun soal waktu memang belum dapat dipastikan.

Menurutnya, alternatif pertama, vaksinasi guru menunggu keputusan dari Dinas Kesehatan.  "Karena ini kaitannya dengan skala prioritas vaksinasi," ujarnya

Sementara alternatif kedua, yakni uji coba mikrozonasi harus mempertimbangkan berbagai hal. Salah satunya karena bencana yang tengah melanda di Kabupaten Pekalongan.

"Jika memaksa diberlakukan uji coba mikrozonasi, bisa berpotensi menimbulkan kecemburuan. Masih ada beberapa wilayah yang banjir. Kalau yang banjir tidak diadakan uji coba PTM, ini bisa cemburu," imbuhnya.

Pihaknya mengakui banyak wali murid dan siswa ingin segera dilaksanakan PTM.  "Tunggu nanti. Jika memungkinkan, alternatif sistem mikrozonasi itu mungkin bisa dipakai," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved