Breaking News:

Berita Internasional

Ketua Mahkamah Agung India Diminta Mundur Setelah Bujuk Terdakwa Pemerkosa Nikahi Korban

Seruan tersebut mengemuka setelah Sharad Arvind Bobde membujuk terdakwa pemerkosa untuk menikahi korban agar tidak dipenjara.

Kompas.com/Istimewa
Hakim Sharad Arvind Bobde (kanan) dilantik sebagai Ketua Mahkamah Agung India di Rashtrapati Bhavan pada 18 November 2019.(TWITTER @rashtrapatibhvn) 

TRIBUNJATENG.COM, NEW DELHI – Sharad Arvind Bobde, Ketua Mahkamah Agung India, menghadapi seruan untuk mengundurkan diri.

Seruan tersebut mengemuka setelah Sharad Arvind Bobde membujuk terdakwa pemerkosa untuk menikahi korban agar tidak dipenjara.

Dilansir dari The Guardian, Kamis (4/3/2021), lebih dari 5.000 orang telah menandatangani petisi yang menuntut agar hakim tertinggi di India tersebut mundur.

Baca juga: Anak Dalang Anom Rembang Ngamuk Lihat Adegan Sumani Meremuk 4 Kepala Keluarganya: Bajingan Kowe!

Baca juga: Cara Sumani Membunuh 4 Orang Keluarga Dalang Anom Rembang Mirip Penjagal Anjing

Baca juga: Para Pria Rela Antre Beli Kopi Rp 100 Ribu di Warung, Minumnya di Kamar Bareng PSK Pantura

Baca juga: Viral Putri Arum Penjaga Angkringan Cantik di Semarang, Wajah Mirip Syahnaz Adik Raffi Ahmad

Bobde berkata kepada seorang terdakwa pemerkosa dalam sidang, “Jika Anda mau menikahi (korban), kami dapat membantu Anda.

Jika tidak, Anda kehilangan pekerjaan dan masuk penjara.”

Bujukan Bobde tersebut memicu kehebohan dan mendorong aktivis hak perempuan untuk mengedarkan surat terbuka dan petisi yang menuntutnya agar mundur.

Kini, petisi tersebut mendapatkan lebih dari 5.200 tanda tangan yang menyerukan pengunduran dirinya.

Menurut surat tersebut, terdakwa dituduh menguntit, mengikat, mencekik, dan berulang kali memperkosa korban.

Terdakwa juga dituduh telah mengancam korban dengan menyiram korban dengan bensin, membakarnya, dan membunuh saudara laki-laki korban.

"Dengan menyarankan pemerkosa menikahi korban, Anda, ketua pengadilan India, berusaha untuk mengutuk korban selamat untuk pemerkosaan seumur hidup di tangan penyiksa yang mendorongnya untuk mencoba bunuh diri," tulis surat itu.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved