Breaking News:

Khotbah Jumat

Khutbah Jumat Singkat Mengevaluasi Artikulasi Makna Salat Kita

Berikut materi khutbah jumat singkat dengan tema Mengevaluasi Artikulasi Makna Salat Kita sebagai bagian amalan berpahala hari Jumat.

MOSLEMWORLD
Khutbah jumat singkat Mengevaluasi Artikulasi Makna Salat Kita. 

Bulan Rajab disebut sebagai bulan haram karena orang-orang Jahiliyah waktu itu mengharamkan peperangan guna memuliakan bulan Rajab.

Dan ketika Islam datang, tidak bertambah-tambah kecuali memuliakan dan menghormatinya.

Sudah barang tentu, hanya orang yang hati, fikiran, dan perasaannya cerdas dan mampu memahami dan merasakannya.

Tetapi bagi orang-orang yang sudah tertutup, dipenuhi kabut dan awan gelap yang menghalangi sampainya sebuah kebenaran, maka hati serta fikirannya juga akan berada dalam kegelapan hingga menyelimuti kegelapan bagi orang lain.

فإنّ من عرف حرمة رجب وشعبان، ووصلهما بشهر رمضان شهر الله الأعظم، شهدت له هذه الشهور يوم القيامة، وكان رجب وشعبان وشهر رمضان، شهوده بتعظيمه لها، وينادي منادٍ: يارجب وشعبان وشهر رمضان، كيف عمل هذا العبد فيكم كان في طاعة الله؟ فيقول رجب وشعبان وشهر رمضان: ياربّنا، ما تزوّد منّا إلاّ استعانة على طاعتك، واستعداداً لمواد فضلك

"Orang yang mengetahui dan memahami kemuliaan bulan Rajab dan Sya’ban, dan ia sampai pada bulan Ramadan, bulan Allah yang mulia, maka ia akan menyaksikan bulan-bulan tersebut di hari kiamat. Bulan Rajab, Sya’ban, dan Ramadan, memberikan kesaksiannya. Seseorang memanggil, wahai bulan Rajab, Sya’ban, dan Ramadan, bagaimana amal perbuatan seorang hamba ini apakah dia dalam ketaatan kepada Allah? Maka bulan Rajab, Sya’ban, dan Ramadan pun menjawab, wahai Allah Tuhan kami, tidak bertambah dari kami, kecuali memohon pertolongan untuk mentaati-Mu, dan bersiap-siap untuk menggelar mempersiapkan keutamaan-Mu."

Bulan Rajab adalah bulan diperjalankannya di waktu malam yang disebut dengan Isra’ dari Masjidil Haram, Mekah menuju Masjidil Aqsa Palestina, untuk selanjutnya dimikrajkan (dinaikkan) melewati langit pertama hingga langit tujuh.

Setelah itu, beliau dinaikkan tanpa pendampingan malaikat Jibril ke Sidratul Muntaha untuk menerima wahyu atau perintah salat fardlu.

Saudaraku, perintah salat adalah untuk membersihkan diri kita dan menghapus dosa-dosa kita, yang boleh dikatakan nyaris tidak mampu menghindari berbagai macam dosa yang mengotori diri, hati, dan fikiran kita.

Karena dengan salat, seharusnya salat kita mampu mencegah diri kita, untuk tidak mau lagi melaksanakan perbuatan maksiyat dan pembangkangan terhadap rambu-rambu dan hukum Allah.

Rasulullah SAW bersabda,

يقول الله سبحانه ( وأَقِمِ الصَّلاةَ إنَّ الصلاة تَنَهَى عَن الفَحْشَاء والمُنْكَر ) ( سورة العنكبوت: 45 )، والمعنى أن الصلاة إذا أُدِّيت تامة بأركانها وشروطها وبخشوعها قوَّت الإيمان بالله والخوف من معصيته

"Dan dirikanlah salat sesungguhnya salat itu mencegah dari berbuat keji dan munkar." (QS Al-Ankabut ayat 45).

Artinya, apabila salat itu dilaksanakan sempurna dengan rukun dan syaratnya dengan khusyuk, maka akan menguatkan iman kepada Allah dan dengan begitu akan takut apabila bermaksiyat kepada Allah."

Apabila seseorang yang mengerjakan salat dengan baik dan khusyuk, maka ia akan mendapatkan kebahagiaan hidup dan keberuntungan yang tiada henti.

Ia tidak akan berbuat maksiat, tidak korupsi, dan melakukan kejahatan lagi.

Sebagaimana penjelasan dan sekaligus janji Allah SWT.

1. Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman.

2. Yaitu orang-orang yang khusyuk dalam sembahyangnya.

3. Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada guna.

4. Dan orang-orang yang menunaikan zakat.

5. Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya.

6. Kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.

7. Barangsiapa mencari yang dibalik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.

8. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.

9. Dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya.

10. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi.

11. Yakni yang akan mewarisi Surga Firdaus, mereka kekal di dalamnya." (QS. Al Mu’minun ayat 1-11).

Saudaraku, salat adalah mikraj orang-orang yang beriman.

Dalam mikraj, tidak ada lagi sekat atau birokrasi yang menghalangi seseorang untuk berdekatan dengan Allah Azza wa Jalla.

Mengakhiri kutbah ini, mari kita renungkan bersama bantahan kaum Nabi Syu’aib.

"Wahai Syu’aib, apakah sembahyangmu menyuruh kamu agar kami meninggalkan apa yang disembah oleh bapak-bapak kamu agar melarang kami memperbuat apa yang kami kehendaki tentang harta kami. Sesungguhnya kamu adalah orang yang sangat penyantun lagi berakal."

Syu’aib berkata, hai kaumku bagaimana pikiranmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku, dan dianugerahi-Nya aku dari pada-Nya rezeki yang baik (patutkan aku menyalahi perintah-Nya). Dan aku tidak berkehendak menyalahi kamu (dengan mengerjakan) apa yang aku larang. Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakal dan hanya kepada-Nya lah aku kembali." (QS Hud ayat 87-88).

Semoga Allah senantiasa memberkahi kita, dapat menjalankan salat kita dengan khusyuk dan menjaganya hingga akhir hayat kita.

Karena salat adalah barometer ibadah kita, dan awal pertama ditanya di akhirat nanti.

Sebagaimana Rasulullah SAW sabdakan,

رَوى الطبرانِيُّ عن النبِيِّ صلى الله عليه وسلم أنهُ قال: أَوَّل ما يُحَاسَبُ بهِ العبدُ يومَ القيامةِ الصلاة، فإنْ صَلحَتْ صَلحَ لَهُ سَائِرُ عَمَلِهِ، وإِنْ فسَدَتْ فَسَدَ سَائِرُ عَمَلِهِ

Allahu a' lam bis shawab.

Khutbah II

بارك الله لي ولكم فى القران العظيم ونفعني وإياكم بما فيه من الأيات والذكر الحكيم وتقبل مني ومنكم تلا وته إنه هو الغفور الرحيم

Demikian materi khutbah jumat singkat ini, semoga bermanfaat. (amk)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved