Breaking News:

Berita Temanggung

Mensos Risma Targetkan 41 Sentra Kreasi Atensi Berdiri di Indonesia

Mensos RI Tri Rismaharini kembali meresmikan Sentra Kreasi Atensi (SKA) ke-2 di Kabupaten Temanggung.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Menteri Sosial Tri Rismaharini berkunjung ke Temanggung dalam rangka meresmikan Sentra Kreasi Atensi, Jumat (5/3/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG - Menteri Sosial Republik Indonesia (Mensos RI), Tri Rismaharini kembali meresmikan Sentra Kreasi Atensi (SKA) ke-2 di Kabupaten Temanggung. Peresmian SKA di Balai Besar Rehabilitasi Disabilitas Kartini Temanggung menyusul telah diresmikannya SKA di Balai Karya Pangudi Luhur Bekasi sebagai tempat tinggal para eks pemulung dan tuna wisma.

Selanjutnya, Mensos Risma akan meresmikan SKA di Surakarta (Solo) dengan target 41 SKA berdiri di Indonesia nantinya.

Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan, Sentra Kreasi Atensi didirikan dengan maksud untuk memberikan pelayanan rehabilitasi sosial dan mewujudkan kemandirian ekonomi para penyendang disabilitas. Nantinya, melalui SKA ini produk-produk hasil karya penyandang disabilitas akan dipromosikan secara luas. Sehingga, mereka dapat menjalankan peranan masing-masing sebagai masyarakat.

Ia berharap, sentra kreasi atensi menjadi pusat pengembangan kewirausahaan bagi para disabilitas, serta menjadi media promosi karya-karya yang dihasilkan. 

"Insya Allah nanti seluruh Indonesa ada 41 SKA di balai-balai di Indonesia yang akan dibuat seperti ini. Yang baru diresmikan dua, selanjutnya Solo dan daerah lainnya tergantung kecepatan kepala balainya," terangnya. 

Kata Risma, percepatan pembangunan SKA dimaksudkan agar kehadirannya segera memberikan manfaat. Ia berharap, SKA nantinya menjadi pusat pengembangan kreasi yang berdampak bagi semua lapisan masyarakat yang membutuhkan. Mulai dari pemulung hingga mantan pengguna narkoba. 

"Di Mojokerto, ada lima anak mantan pengguna narkoba kita bina dan sembuh. Kita siapkan kafe, kini mereka buka sampai jam dua malam hampir setiap hari. Ada 3 anak mantan narkoba lain dibina hingga membuka usaha sepatu. Bahkan sudah mampu mempekerjakan 3 temannya dalam sepekan," ujarnya.

Risma berpesan kepada para petugas di balai rehabilitasi agar tetap semangat pantang menyerah membina sesama yang membutuhkan. Sehingga nantinya, para penyandang disabilitas tidak hanya berkemampuan dalam bidang handycraft saja, namun bisa mengembangkan kemampuan lain di bidang peternakan, usaha laundri, pijat refleksi, pengusaha kafe, bercocok tanam guna membantu peningkatan kesejahteraan mereka.

"Kepala daerah yang warganya sulit bekerja, akseskan ke kami. Dari pemulung saja saat ini sudah menjadi pembayar pajak. Suatu saat semoga kita bisa mengentaskan orang-orang yang berkebutuhan khusus yang membutuhkan bantuan kita," harapnya.

Ia juga berkeinginan untuk membuka lebar fasilitas balai rehabilitasi agar bisa menampung para lansia dan beberapa kategori warga lain yang membutuhkan bantuan. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved