Breaking News:

Berita Pemalang

Petani Desa Klareyan Mengeluh Kekeringan saat Kemarau, Pemkab Pemalang Bangun Sumur Senilai 800 Juta

Lewat pembiayaan APBD dengan nilai sekitar Rp 800 juta, sumur tersebut difokuskan untuk mengaliri sawah di Desa Klareyan

TribunJateng.com/Budi Susanto
Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo, saat meninjau sumur dalam di Desa Klareyan, Kecamatan Petarukan, Jumat (5/3/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, PEMALANG - Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo, bersama Wakil Bupati Pemalang Mansur Hidayat, lakukan peninjauan sumur dalam di Desa Klareyan, Kecamatan Petarukan. 

Adapun sumur dalam di desa tersebut, merupakan proyek tahun 2020 dan telah diresmikan awal tahun ini. 

Lewat pembiayaan APBD dengan nilai sekitar Rp 800 juta, sumur tersebut difokuskan untuk mengaliri sawah di Desa Klareyan. 

Dikatakan Bupati Agung, kinerja pompa air di sumur dalam tersebut bisa mencapai delapan liter perdetik. 

"Untuk kedalaman mencapai 150 meter, dan bisa digunakan untuk areal sawah di Desa Klareyan seluas 200 hektar," terangnya, Jumat (5/3/2021).

Dilanjutkannya, adanya sumur dalam akan membantu para petani, terutama saat memasuki musim kamarau. 

"Di desa ini, kalau musim kemarau airnya susah. Petani juga mengeluhkan hal itu. Semoga saja adanya sumur dalam bisa membantu," jelasnya.

Dikatakannya, tujuan dibangun sumur dalam di Desa Klareyan, untuk meningkatkan produktivitas petani.

"Kami ingin produktivitas petani terjaga, karena Pemalang terkenal sebagai lumbung padi," imbuhnya.

Adapun Suraji satu di antara petani, membenarkan saat musim kemarau patani di Desa Klareyan kesulitan air. 

"Memang kalau musim kemarau susah air, jadi kami senang dengan adanya sumur dalam. Kemarau mendatang kami tidak akan kesulitan air lagi," tambahnya. (*)

Penulis: budi susanto
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved