Breaking News:

Berita Blora

Mantan Ketua DPC Demokrat Blora Hadiri KLB, Tety Indarti: Dia Bukan Orang Partai, Itu Haknya Pribadi

Plt Ketua DPC Demokrat Blora, Tety Indarti, mengaku kader partai berlambang mercy di Blora tetap solid dalam barisan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

https://wartalegislatif.dprd.jatengprov.go.id/
Politikus Partai Demokrat Tety Indarti 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Plt Ketua DPC Demokrat Blora, Tety Indarti, mengaku kader partai berlambang mercy di Blora tetap solid dalam barisan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Tetap satu barisan tetap mendukung AHY sebagai ketua umum yang sah aja," ujar Tety kepada Tribunjateng.com melalui sambungan telepon, Sabtu (6/3/2021).

Terkait berangkatnya mantan Ketua DPC Demokrat Blora Bambang Susilo ke Kongres Luar Biasa (KLB) di Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara, menurut Tety, tidak ada persoalan.

Sebab, menurutnya, Bambang tidak lagi sebagai kader partai.

Bambang Susilo
Bambang Susilo (Tribun Jateng/Rifqi Gozali)

"Dia bukan kader, dia kan sudah tidak Ketua DPC lagi. Jadi ranah saya ranah partai. Karena dia bukan orang partai demokrat itu haknya pribadi," ujarnya.

Tety berujar, dia ditunjuk sebagai Plt Ketua Demokrat Blora sejak pertengahan Februari 2021. Otomatis, Bambang yang semula sebagai ketua secara tidak langsung telah dilengserkan.

Lebih lanjut, katanya, kader Demokrat di Blora tidak juga mengikuti tren di media. Bahwasanya KLB yang menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum adalah bodong.

"Jadi teman-teman kader Demokrat di Blora mengikuti tren di media juga. Bahwa KLB terselenggara bodong. Hak suaranya siapa, orang DPC-nya pada nongkrong di sini yang mempunyai hak suara, ya mungkin yang milih apa demit apa makhluk gaib," ujarnya.

Tety yang juga sebagai Wakil Ketua DPD Demokrat Jawa Tengah itu menegaskan, bahwa dari 35 ketua DPC di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah tidak ada satu pun yag merekomendasikan atau memberi mandat untuk KLB.

"Ini sudah ada pernyataannya. Jadi kalau seandainya di sana itu ada perwakilan dari Jawa Tengah berarti itu sudah melawan, karena pemegang hak suara dari pernyataan semua 35 kabupaten kota dan satu Ketua DPD tidak ada satu pun yang memandatkan atau memberikan mandat hak suaranya untuk itu," kata dia.

Menurutnya, sebelum KLB ada gerakan bawah tanah untuk memengaruhi Ketua DPC Demokrat di Jawa Tengah untuk turut andil dalam kongres di Deli Serdang. Tapi, bagi Tety, setiap Ketua DPC itu  kekeh, mereka tahu bahwa KLB itu hal yang tidak benar.

"Ketua DPC itu kekeh, karena ngerti itu keliru itu salah. Makanya dia tidak mau. Sampai ada yang dikejar-kejar, ngumpet. Ditemui tidak mau. Dan segala macam. Nanti kita yakin kalau orang-orang seperti itu akan ditegur sama Gusti Allah," ujarnya.(*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved