Untag
Rektor Untag Semarang Kukuhkan Prof Emiliana Sebagai Guru Besar Ilmu Manajemen
Rektor Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang, Prof. Suparno, mengukuhkan Prof. Emiliana Sri Pudjiarti.
Penulis: m zaenal arifin | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Rektor Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang, Prof. Suparno, mengukuhkan Prof. Emiliana Sri Pudjiarti, sebagai guru besar ilmu manajemen dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Untag. Sri Pudjiarti menjadi guru besar ketujuh di Untag.
Pengukuhan dilakukan Prof. Suparno, didampingi oleh Ketua Senat Untag, Lukman Muhamadi, serta Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VI Jawa Tengah, Prof. Muhammad Zainuri, secara luring di kampus Untag, Sabtu (6/3/2021).
Pada prosesi itu, Prof. Emiliana Sri Pudjiarti yang juga merupakan Wakil Rektor Untag Bidang Akademik, menyampaikan pidato ilmiahnya yang berjudul "Membangun Kegesitan Menghadapi Ketidakpastian di Era New Normal". Dalam pidatonya itu, ia mengajak para dosen sejawatnya untuk bisa mengikuti jejaknya.
Rektor Untag, Prof. Suparno dalam sambutannya mengucapkan selamat dan apresiasi kepada Prof. Emiliana, karena hal ini akan semakin meningkatkan peran dan fungsi Perguruan Tinggi (PT) sebagai bagian dari masyarakat yang turut memegang keberlangsungan peradaban bangsa.
"Perguruan Tinggi tidak hanya sekedar berfungsi mencetak sarjana, magister dan doktor, melainkan juga guru besar. Karena hanya kampus yang mampu mencetak seorang guru besar yang notabene bukan hanya disebut sebagai dosen besar, hal ini mengandung arti bahwa seorang guru besar tidak hanya sebagai guru atau pendidik saja, tetapi juga sekaligus sebagai peneliti yang ditunggu oleh masyarakat sebagai wujud pengabdiannya," kata Suparno.
Maka, lebih lanjut Suparno mengatakan, sudah barang tentu menjadi guru besar bukan akhir dari pencapaian seorang dosen tetapi gelar tersebut justru sebagai spirit yang senantiasa membangkitkan institusi guna melahirkan karya-karya baru.
"Untuk itu, saya berharap agar lima dosen yang kini sedang diproses sebagai guru besar di Dirjen Dikti segera terbit SK-nya. Dan bagi yang sudah menyandang gelar doktor untuk segera menyusulnya," harapnya.
Ketua LLDikti Wilayah VI, Prof. M. Zainuri mengatakan, bahwa ini merupakan satu kehormatan bagi LLDikti Wilayah VI Jawa Tengah bisa mendampingi dan mengantarkan Prof. Emiliana berdiri tegak menyampaikan pidato pengukuhan, menunjukan suatu kedalaman emosi, kedalaman keilmuan, dan kedalaman implikasi karyanya.
Apresiasi juga disampaikan kepada Prof. Emiliana, tidak hanya karena prestasi yang ditorehkan, tetapi juga sumbangsihnya terhadap proses pendidikan tinggi di Jawa Tengah selama ini.
"Kontribusi Prof. Emiliana sangat tinggi dengan menulis banyak buku dan publikasi, hingga merupakan salah satu penyumbang penelitian dana Rp 5 miliar yang diperoleh Untag dari Kemenritek Dikti," ungkapnya.
Ia melanjutkan, bahwa perguruan tinggi swasta (PTS) di wilayah Jawa Tengah telah meraih anggaran penelitian tertinggi di Indonesia, yang totalnya adalah Rp 38 miliar.
"Untag merupakan salah satu PTS yang mendapatkan dana itu. Maka dengan proposal penelitiannya ini telah menunjukan dinamika SDM penelitian di Untag yang semakin menjulang tinggi," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/untag-emiliana-sri.jpg)