Breaking News:

Kendal

Target PAD Pariwisata Pemkab Kendal 2021 Capai Rp 1,8 Miliar

emerintah Kabupaten Kendal melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) manarget pendapatan asli daerah 2021.

TribunJateng.com/Saiful Ma'sum
Warga Kendal beburu kerang gratis yang muncul di permukaan pantai Sendang Sikucing. 

Penulis: Saiful Masum

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Pemerintah Kabupaten Kendal melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) manarget pendapatan asli daerah (PAD) sektor pariwisata 2021 Rp 1,8 miliar.

Kepala Bidang Pariwisata, Kardiyantomo mengatakan, target ini diharapkan dapat tercapai selama 1 tahun untuk menutupi PAD 2020 yang tidak tercapai targetnya. Hanya saja, mengingat daya tarik masyarakat menurun karena terdampak pandemi Covid-19, pihaknya tidak memaksa para pengelola wisata milik Pemda atau swasta bisa memenuhi target yang telah ditentukan.

Dengan catatan, tetap berupaya maksimal untuk menarik wisatawan dengan menyediakan sarana protokol kesehatan, dan wahana-wahana yang inovatif. 

"Target Rp 1,8 miliar ini akan disesuaikan lagi. Paling tidak di angka Rp 600-800 juta minimal karena masih terjadi pandemi Covid-19 di mana obyek wisata tidak bisa beroperasi maksimal karena adanya pembatasan," terangnya, Minggu (7/3/2021).

Dikatakannya, meski destinasi wisata mulai dibuka kembali, pihak pengelola belum bisa menarik pengunjung dengan menggelar event. Mereka harus memaksimalkan wahana yang ada dengan menambah fasilitas pendukung agar masyarakat tidak takut lagi untuk berwisata. 

Kardiyantomo menjelaskan, PAD sektor pariwisata pada 2020 lalu menurun drastis 66 persen dari total target. Artinya hanya tercapai 34 persen atau Rp 600 juta dari target total Rp 1,8 miliar. Hal itu lantaran selama 2020, sebagian besar obyek wisata milik pemerintah daerah dan swasta tidak beroperasi penuh. 

Mereka sempat beroperasi pada Januari 2020 sebelum pandemi corona datang, kemudian ditutup beberapa bulan dan dibuka kembali pada pertengahan tahun. 

Itupun, menurut Kardiyantomo tidak berdampak efektif karena pengunjung tetap menurun terdampak adanya pebatasan. Di samping itu, minat masyarakat untuk berwisata pun masih menurun. Rata-rata mereka masih takut untuk keluar rumah agar bisa menghindari berkerumun pada satu tempat.

"Penurunan pengunjung tiap obyek wisata mencapai 70-80 persen. Hal itulah yang menyebabkan penurunan omset dari sektor pariwisata di Kendal. Baik pariwisata yang dikelola pemkab seperti Pantai Sendang Sikucing, Kolam Renang Boja, Curug Sewu, Goa Kiskendo maupun pariwisata swasta. 

"Jika PAD Kendal sektor wisata dikelola pemda mendapatkan Rp 600 juta, maka rata-rata PAD dari empat wisata sebesar Rp 150 juta bisa diupayakan. Berharap sih untuk pariwisata milik pemda saja capai 70 persen untuk memaksimalkan target PAD supaya bisa tercapai maksimal," tuturnya.

Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved