Breaking News:

600 Orang Luka-luka dan 20 Tewas dalam Insiden Ledakan di Pangkalan Militer

Video yang ditayangkan TVGE menunjukkan gedung-gedung terbakar dan rata dengan tanah. Kepulan asap hitam pun membubung tinggi ke langit.

Editor: Vito
ist
Ilustrasi ledakan 

TRIBUNJATENG.COM, BATA - Sebanyak empat ledakan tak disengaja mengguncang kamp militer di Guinea Ekuatorial, Afrika tengah, pada Minggu (7/3), menewaskan sedikitnya 20 orang dan membuat 600 orang lain luka-luka.

Video yang ditayangkan TVGE menunjukkan gedung-gedung terbakar dan rata dengan tanah, dalam radius yang luas di sekeliling kamp Nkoa Ntoma, ibu kota perekonomian Bata.

Kepulan asap hitam pun membubung tinggi ke langit. Anak-anak dan orang dewasa terlihat diselamatkan dari puing-puing reruntuhan, sementara di rumah sakit Bata, pasien yang terluka terbaring di lantai menunggu perawatan.

Kementerian Kesehatan dalam twitnya mengingatkan, masih banyak warga yang bisa jadi masih tertimpa reruntuhan.

Presiden Teodoro Obiang Nguema mengatakan, insiden itu terjadi setelah petani membiarkan api berkobar di luar kendali, yang kemudian menyambar bahan peledak yang tidak disimpan dengan baik di kamp militer.

"Kota Bata menjadi korban kecelakaan akibat kelalaian unit yang bertugas menyimpan bahan peledak, dinamit, dan amunisi di kamp militer Nkoa Ntoma," katanya, dikutip dari kantor berita AFP.

"(Pangkalan militer) terbakar karena pembakaran tunggul di ladang mereka yang akhirnya membuat depot-depot ini meledak beruntun."

Kementerian Pertahanan menyebut, korban tewas sedikitnya 20 orang dengan sekitar 600 orang terluka.

Obiang Nguema pun memohon bantuan internasional untuk mengatasi bencana ini, karena Guinea Ekuatorial dilanda krisis ekonomi akibat anjloknya harga bensin dan pandemi covid-19.

Bata adalah kota terbesar di negara Afrika tengah yang kaya minyak dan gas. Sekitar 800.000 dari 1,4 juta populasi Guinea Ekuatorial berada dalam kemiskinan. (Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved