Breaking News:

Aksi Protes Femisida Aktivis Perempuan Berujung Bentrok, 4 Orang Terluka

Para pemrotes menyerukan kepada pemerintah untuk menindaklanjuti tingginya kasus pembunuhan atas perempuan di Meksiko

Editor: Vito
PEDRO PARDO / AFP
Seorang wanita melihat lukisan di dinding saat protes penghapusan kekerasan terhadap perempuan, di luar Kantor Investigasi Kantor Walikota Cuauhtemoc di Mexico City, pada 2 Maret 2021. 

TRIBUNJATENG.COM, MEXICO CITY - Pasukan polisi dan aktivis perempuan terlibat bentrok di ibu Kota Meksiko, di tengah aksi unjuk rasa memperingati Hari Perempuan Internasional pada Senin (8/3) waktu setempat.

Petugas memaksa mundur para pengunjuk rasa dengan gas air mata dan tameng di lokasi demo yang berlangsung di alun-alun utama Mexico City, The Zocalo.

Para pemrotes saat itu menyerukan kepada pemerintah untuk menindaklanjuti tingginya kasus pembunuhan atas perempuan di Meksiko, yang disebut sebagai femisida, maupun kekerasan berbasis gender. Menurut data pemerintah, pada 2020 sedikitnya 939 perempuan menjadi korban femisida.

Ribuan ibu-ibu, beberapa dengan anak perempuan mereka, mengikuti aksi unjuk rasa itu di Mexico City pada Senin. Seorang gadis tampak membawa poster bertuliskan "Mereka belum membunuh saya, tapi saya hidup dalam ketakutan."

Di lokasi lain, sejumlah pemrotes mendobrak pagar pembatas keamanan di sekitar National Plaza dengan palu dan tongkat kayu.

Pihak berwenang mendirikan blokade di sekitar lokasi unjuk rasa. Namun, blokade itu lalu dipenuhi dengan nama-nama korban femisida yang dipasang oleh kelompok-kelompok perempuan.

Polisi antihuru-hara menggunakan tameng untuk menghalangi laju para pemrotes yang ingin masuk ke lokasi National Plaza.

Surat kabar lokal El Universal mengungkapkan, para demonstran menyalakan api atas tameng-tameng milik polisi, tetapi bisa segera dipadamkan.

Polisi lalu menggunakan gas air mata dan pentungan untuk membubarkan massa demonstran. Namun, menurut media lokal, sedikitnya 15 polisi dan empat warga luka-luka akibat bentrokan itu.

Muncul laporan bahwa polisi menahan wartawan maupun mereka yang berada di kerumunan massa pengunjuk rasa. Dua orang saat itu luka-luka kena tembakan dan dua pemprotes lain cedera dalam suatu kericuhan. (bbc)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved