Berita Semarang
Disdik Kota Semarang Dorong Guru SD Kuasai Learning Manajemen Sistem
Disdik Kota Semarang mendorong para guru Sekolah Dasar (SD) mampu menguasai learning manajemen sistem.
Penulis: m zaenal arifin | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang mendorong para guru Sekolah Dasar (SD) mampu menguasai learning manajemen sistem (LMS) agar proses pembelajaran daring bisa belangsung efektif.
Karena itu, Disdik Kota Semarang menggelar workshop pembel
ajaran jarak jauh (PJJ) menggunakan model LMS kepada guru SD se Kota Semarang di Hotel Muria, Jalan Dr. Cipto, Semarang, Senin-Kamis (8-11/3/2021).
Kepala Disdik Kota Semarang, Gunawan Saptogiri mengatakan, workshop PJJ menggunakan LMS tersebut diikuti para guru penggerak. Nantinya mereka akan mengajarkannya kepada para guru SD lain di sekitarnya.
"Workshop ini kami lakukan agar para guru memiliki kemampuan dalam menjalankan LMS itu sendiri yang meliputi zoom, google clasroom, pembelajaran berbasis android, dan lainnya," kata Gunawan, Selasa (9/3/2021).
Dikatakannya, LMS merupakan pengembangan dari berbagai aplikasi yang digunakan untuk pembelajaran daring. Tujuannya yaitu untuk mempermudah pembelajaran dari guru kepada peserta didik.
"Pembelajaran itu berkembang terus. Dilu awalnya pakai zoom, kemudian google clasroom dan lainnya, sekarang learning manajemen sistem. LMS itu aplikasi untuk pengembangan pembelajaran. Jadi guru juga menggunakan sistem itu," jelasnya.
Dengan workshop LMS tersebut, diharapkan para guru SD dapat menggunakan google calender dalam pembelajaran di kelas serta dapat membuat soal dengan Quizzizz.
"Guru juga diharapkan dapat menggunakan aplikasi Sway untuk pembelajaran. Kemudian bagi peserta didik, diharapkan dapat menggunakan model pembelajaran berbasis android," harapnya.
Menurutnya, workshop tersebut juga perlu dilakukan guna membekali para guru menghadapi sistem pembelajaran tatap muka di masa new normal mendatang. Di masa new normal, maka pembelajaran dilakukan secara blended yaitu luring dan daring.
"Sistem ini untuk daring. Di masa new normal mendatang, belum tentu semua orang tua setuju tatap muka. Yang tidak setuju maka anaknya tetap daring. Sehingga ada daring dan luring di masa new normal," paparnya.
Gunawan tak menjelaskan kapan pembelajaran tatap muka tersebut akan dijalankan. Hanya saja, ketika sudah diberikan izin oleh kepala daerah, maka pihaknya akan langsung melaksanakannya.
Pembelajaran tatap muka tersebut menjadi keharusan. Pasalnya, PJJ yang sudah berlangsung akibat pandemi Covid-19 ini jika diteruskan maka akan mengakibatkan kemunduran karakter peserta didik.
"Di pandemi ini ada hikmahnya karena guru selalu meningkatkan kompetensi dan profesionalisme sehingga muncul banyak inovasi baru terkait IT. Dengan pandemi, guru juga menjadi terbiasa menggunakan IT dalam pembelajaran," tandasnya.
Terlebih, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim telah mencanangkan adanya sistem merdeka belajar. Yang mana dalam sistem tersebut, mengharuskan pembelajaran juga dilakukan luring dan daring. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/para-guru-sd-ikuti-workshop.jpg)