Berita Semarang

Dorong Akselerasi Pemulihan Ekonomi Jateng, Aman Imbau Masyarakat Lakukan Belanja Produk UMKM

Kantor OJK Regional 3 menginisiasi sarasehan bersama Industri Jasa Keuangan dan pemangku kepentingan.

Penulis: Ruth Novita Lusiani | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Ruth Novita Lusiani
Pelaksanaan kegiatan sarasehan yang diselenggarakan oleh Kantor OJK Regional 3 Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (Kantor OJK Regional 3), yang turut dihadiri oleh Anggota Komisi XI DPR RI, Musthofa (dari kiri nomor 1), Kepala OJK Regional 3 Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Aman Santosa (dari kiri nomor 2) dan Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Fathan Subchi (dari kiri nomor 3), di PO Hotel Semarang, Senin, (8/3/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Kantor OJK Regional 3 Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (Kantor OJK Regional 3) menginisiasi sarasehan bersama Industri Jasa Keuangan dan pemangku kepentingan yang memiliki peran strategis dalam upaya percepatan pemulihan ekonomi khususnya di Provinsi Jawa Tengah.

Kepala OJK Regional 3 Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Aman Santosa, menyampaikan, pandemi covid-19 memberikan tekanan yang dalam terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah. Adapun pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi jawa Tengah terkontraksi menjadi -3,34 persen, dengan sektor ekonomi yang terkontraksi khususnya sektor industri, perdagangan dan konstruksi masing-masing sebesar -6,10 persen, -2,27 persen dan -4,40 persen.

“Kontraksi paling dalam dialami komponen ekspor barang dan jasa hingga sebesar -16,12 persen. Kondisi tersebut menyebabkan naiknya tingkat kemiskinan dari 10,58 persen pada September 2019 menjadi 11,84 persen pada September 2020, dan tingkat pengangguran terbuka yang naik dari 4,44 persen pada Agustus 2019 menjadi 6,48 persen pada Agustus 2020,” ujar Aman kepada Tribun Jateng di sela-sela kegiatan Sarasehan, Senin, (8/3/2021).

Aman menambahkan, di tengah memburuknya indikator perekonomian tersebut, Industri Jasa Keuangan khususnya di Jawa Tengah masih menunjukkan kinerja positif bahkan lebih baik dari indikator nasional, diantaranya dari sisi pertumbuhan kredit perbankan tumbuh sebesar 2,01 persen, penyaluran KUR yang mencapai 42,29 persen dan pembiayaan Ultra Mikro (UMi) yang mencapai pertumbuhan sebesar 50,96 persen. Atas capaian tersebut, di tahun 2020 Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperoleh beberapa penghargaan dari OJK khususnya program yang terkait dengan inklusi keuangan.

Kinerja positif dan capaian tersebut dikatakannya tak lepas dari kolaborasi dan dukungan dari OJK bersama dengan Pemerintah Daerah, Kanwil Dirjen Perbendaharaan dan Industri Jasa Keuangan dalam program pemulihan ekonomi di Jawa Tengah. Sepanjang tahun 2020, melalui kerjasama tersebut OJK telah mengembangkan layanan konsultasi restrukturisasi kredit khususnya UMKM yakni kreditcenter, selain itu secara berkelanjutan mengadakan sosialisasi program subsidi bunga dan menyusun program UMKM Bangkit diantaranya businessmatching antara Industri Jasa Keuangan dan pelaku UMKM, serta mendorong perluasan alternatif pembiayaan berbunga rendah.

Terlepas dari segala capaian tersebut, Provinsi Jawa Tengah masih menghadapi beberapa tantangan, salah satunya yaitu tingginya kontraksi di sektor perdagangan, industri dan konstruksi yang disebabkan menurunnya konsumsi masyarakat dan negara tujuan ekspor belum pulih sepenuhnya, sehingga permintaan barang dan jasa saat ini masih lemah.

Aman mengatakan akan melanjutkan dan memperluas program yang sudah dilakukan dengan berbagai penguatan serta berharap Industri Jasa Keuangan di Jawa Tengah dan DIY dapat memberikan dukungan yang maksimal bagi pemulihan pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah melalui beberapa program yang telah OJK canangkan di tahun 2021.

“Kami mengadakan kegiatan sarasehan ini ingin agar langkah-langkah apa yang dilakukan Jateng kedepannya ini dapat lebih tepat sasaran dan efektif. Kami pun optimis di tahun ini ekonomi dapat perlahan-lahan meningkat kembali dengan diiringi langkah-langkah nyata,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Aman pun juga mendorong masyarakat untuk membantu percepatan pemulihan ekonomi dengan melakukan belanja terhadap produk-produk UMKM yang ada. Adapun hal ini penting untuk dilakukan sebab terdapat sekitar 4 juta usaha UMKM yang juga dapat menyerap sebanyak 10 juta tenaga kerja di Jawa Tengah. Dikatakannya hal ini sangat penting untuk diperjuangkan, supaya tidak hanya industri besar saja yang bangkit, namun juga UMKM.

“Kami tentunya mengimbau bagi kawan-kawan yang gajian, untuk dapat meningkatkan konsumsi dengan cukup membeli produk-produk masyarakat secara langsung, bisa beli di warung tetangga atau teman yang memiliki usaha. Dengan begitu dapat meningkatkan konsumsi dengan baik, kalau dananya lebih banyak tadi usulannya dapat membeli rumah atau mobil begitu,” tutur Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Fathan Subchi yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi adanya pelaksanaan kegiatan ini. 

“Kami mengapresiasi langkah yang dilakukan Kantor OJK Regional 3, tentunya ini merupakan sebuah terobosan. Dengan begitu kedepannya, kita harus bersama-sama melangkah lebih lanjut dan optimis pertumbuhan ekonomi di angka 4,5 persen hingga 5,5 persen dapat tercapai,” ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved