Breaking News:

Pendidikan

Kemendikbud Pertimbangkan Penambahan Kata "Agama" atas Kritik Peta Jalan Pendidikan 2020-2035

Kemendikbud menyebutkan status Peta Jalan Pendidikan Indonesia 2020-2035 masih berupa rancangan yang terus disempurnakan.

Penulis: m zaenal arifin
Editor: moh anhar
tribun jateng
ILUSTRASI acara buka puasa siswa SD di Semarang. Sejak penerapan Kurikulum 2013, Kota Semarang mengalami kekurangan guru, antara lain untuk mata pelajaran Pendidikan Agama, Penjaskesor, PPkn. 

Penulis: M Zaenal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Pada Peta Jalan Pendidikan 2020-2035, tercantum tujuan membangun profil Pelajar Pancasila sebagai SDM Unggul. Di antara profil tersebut adalah pelajar yang beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia.

Pelaksana tugas (plt) Kepala Biro Kerja Sama dan Humas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Hendarman menyebutkan, pengembangan SDM unggul harus bersifat holistik dan tidak terfokus kepada kemampuan kognitif saja.

Selain kompetensi abad 21, Peta Jalan Pendidikan 2020-2035 dirancang agar ekosistem pendidikan mampu menghasilkan anak-anak Indonesia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia.

"Agama sangat esensial bagi kita, bangsa Indonesia dan karenanya kami refleksikan pada profil Pelajar Pancasila. Kemendikbud tidak pernah berencana menghilangkan pelajaran agama. Pelajaran agama akan tetap ada," tegas Hendarman, yang juga Kepala Pusat Penguatan Karakter Kemendikbud, melalui rilisnya, Selasa (9/3/2021).

Baca juga: Reaksi Achsanul Qosasi Anggota BPK dan Bos Madura United Disebut Terima Fee Korupsi Bansos Corona

Baca juga: Satlantas Polres Tegal Persiapkan Sarana Penerapan E-Tilang

Baca juga: Anggota TNI dan Polisi di Pati Masing-masing Pegang Pistol, Ada Apa?

Menanggapi dokumen Peta Jalan Pendidikan 2020-2035 yang beredar di tengah masyarakat, Hendarman mengakui bahwa sejauh ini, hanya ada satu rancangan atau draf Peta Jalan Pendidikan yang sudah pernah dibuat dan dokumen tersebut bukanlah dokumen final.

"Dapat dilihat pada keterangan di setiap halaman bahwa dokumen tersebut masih berupa draf. Substansinya belum lengkap, sehingga tidak dapat dikatakan dokumen final," terang Hendarman.

Hendarman melanjutkan, Peta Jalan Pendidikan 2020-2035 mulai disusun atas masukan yang sangat positif dari Komisi X DPR. Dalam perjalanannya, Kemendikbud telah bertemu dan meminta masukan kepada lebih dari 60 pihak, yakni organisasi kemasyarakatan, perguruan tinggi, organisasi keagamaan, asosiasi profesi, institusi pendidikan, organisasi multilateral, dan lain sebagainya.

Hendarman menambahkan, saat ini status Peta Jalan Pendidikan Indonesia 2020-2035 masih berupa rancangan yang terus disempurnakan dengan mendengar dan menampung masukan serta kritik membangun dari berbagai pihak.

"Kemendikbud mendengarkan dan menindaklanjuti kritik yang membangun. Semua masukan yang sangat baik, termasuk penambahan kata-kata agama secara eksplisit akan dipertimbangkan termuat pada pengembangan Peta Jalan Pendidikan selanjutnya,” ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved