Breaking News:

Berita Kudus

Sesuaikan Anggaran Pembangunan, Pemkab Kudus Ubah Desain Bangunan Mal Pelayanan Publik 

Pemerintah Kabupaten Kudus mengubah desain bangunan mal pelayanan publik. 

Penulis: Muhammad Yunan Setiawan | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG/YUNANSETIAWAN
Plt Bupati Kudus HM Hartopo saat memberi keterangan terkait rencana pembangunan mal pelayanan publik. 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Pemerintah Kabupaten Kudus mengubah desain bangunan mal pelayanan publik.  Hal itu dilakukan untuk menyesuaikan anggaran pembangunan yang berubah karena ada refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19. 

Pelaksana tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo menyampaikan, awalnya pihaknya menyiapkan anggara Rp 12 Miliar, tetapi karena adanya pergeseran anggaran setelah ada wabah coronan, anggaan itu dikurangi menjadi Rp 6,3 miliar.

"Basement yang sebetulnya untuk parkir karena area parkie kita sangat terbatas. Basement juga tidak jadi," katanya, Selasa, (9/3/2021).

Menurut Hartopo, bangunan mal pelayanan publik nanti akan terdiri dari dua lantai tapi dengan kontruksi tiga lantai. Karena dengan lantai tiga akan gerai. Di mana setiap gerai ruangannya seluas 3×4 meter.

Menurutnya, Pemkab Kudus sudah menargetkan pembangunan mal pelayanan publik pada 2021. Pembangunan tersebut akan dilakukan di lingkungan Sekretariat Daerah Kudus.

Terpisah, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Revlisianto Subekti mengatakan, mal pelayanan publik hukumnya wajib bagi kabupaten atau kota. 

Hal itu sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 23 Tahun 2017 tentang Penyelenggaran Mal Pelayanan Publik. 

Menurutnya dalam hal mal pelayanan publik Kabupaten Kudus sedikit terlambat, meski kita sudah menandatangi komiten dengan Menpan RB pada 2019. Pada 2020, kata dia, Pemkab sudah menganggarkan untuk mal pelayanan publik, tetapi ada refocusing terkait Covid-19, jadi ditunda. Karena pada 2020 sudah  menganggarkan, karena ada refocousing jadi ditunda.

”Pada 2021 ini dianggarkan lagi, kemudian ada refocousing lagi, tapi tetap dilaksanakan. Nanti rencana peresmian di akhir 2021 dengan mengurangi beberapa item,” katanya.

Dengan adanya mal pelayanan publik, kata dia, pemohon bisa mengurus perizinan lebih efektif dan efisian. Pemohon tidak perlu lagi ke opd teknis mengurus perizinan, cukup ke mal pelayanna publik, ke satu gedung saja, sudah selesai. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved