Breaking News:

Kesehatan

Waspadai, Sering Kerja Lembur Bukan Hanya Kuras Energi, Kualitas Relasi Personal Pun Memburuk

Kondisi tubuh yang mengalami kelelahan karena terlalu diforsir pekerjaan hanya akan membuat pola komunikasi menjadi kurang nyaman.

TRIBUN JATENG
Tuntutan bekerja perlu memperhatikan kesehatan dan kemampuan fisik. 

Penulis: Akhtur Gumilang

TRIBUNJATENG.COM - Normalny, durasi jam kerja yang tertulis dalam Undang undang Ketenagakerjaan sudah disesuaikan dengan batas ketahanan kerja pegawai, yakni berkisar rata-rata 7-8 jam per harinya. Disebut kerja lembur apabila waktu bekerja yang dilakukan karyawan sudah melebihi ketentuan dari perusahaan.

Kerja lembur biasanya disertai dengan beban dan kuantitas pekerjaan yang melebihi dari biasanya. Luh Putu Shanti Kusumaningsih S.Psi, M.Psi, Dosen Fakultas Psikologi Unissula Semarang, menyebutkan, Fenomena pada pekerja usia muda biasanya lebih dimungkinkan menyukai pola kerja yang menantang dan melebihi dari waktu yang ditentukan. Hal ini dikarenakan semangat untuk bekerjanya masih tinggi dan biasanya baru menikmati masa-masa berkarir. Terlebih, sebelumnya mereka lebih banyak menghabiskan waktu untuk sekolah ataupun bermain. 

Tentu memasuki dunia kerja merupakan hal baru yang secara tidak langsung menimbulkan kebanggaan tersendiri. Namun, hal ini dimungkinkan juga berlaku pada pekerja yang dirasa sudah lebih senior.
Kerja lembur mungkin dirasa tidak menjadi satu masalah bagi mereka, para pekerja muda ataupun pekerja senior. Sebab, di sisi lain, kerja lembur memberikan dampak yang positif dari segi finansial dengan adanya upah lembur.

Kerja lembur memang diganjar upah lebih karena pekerja dituntut mengeluarkan energi yang lebih besar dari waktu yang ditetapkan. Sesekali kerja lembur tidak masalah, misalnya kerja karena ada tugas mendadak, deadline pekerjaan yang menumpuk dan sejenisnya. Tapi, sebaiknya kerja lembur tidak terus menerus dilakukan dalam jangka waktu yang lama. Energi berlebih yang dikeluarkan secara terus menerus dan berlebihan, dapat memberikan efek yang kurang baik pada tubuh pekerja. Waktu istirahat yang kurang dapat mengakibatkan seseorang mudah tertekan sehingga terkadang berlebihan secara emosional dalam merespons sesuatu.

Kondisi emosional tentu menjadi tidak stabil dan dapat memberikan dampak negatif yang meluas pada hubungan personal, baik dengan keluarga, pasangan, dan teman di luar kantor. Hal ini tentu dapat mengurangi kedekatan secara emosional dengan orang-orang yang ada di sekitarnya karena jarang memiliki waktu berkualitas untuk menghabiskan waktu baik dengan pasangan maupun keluarga.

Sementara itu, di sisi lain manusia secara alamiah dikategorikan sebagai makhluk sosial yang membutuhkan interaksi dengan orang lain. Akibatnya, kondisi tubuh yang mengalami kelelahan karena terlalu diforsir pekerjaan hanya akan membuat pola komunikasi menjadi kurang nyaman, sehingga berdampak pada menurunnya kualitas relasi personal individu. Selain berdampak secara psikis, terlalu sering bekerja lembur juga dapat mempengaruhi kesehatan fisik seseorang. Begadang yang terus menerus, lupa makan, kurang tidur, dan sejenisnya tentu menjadi hal biasa bagi para pekerja lembur. Kegiatan-kegiatan yang tak sehat tersebut tentu akan berdampak ke fisik.

Pelaksanaan kerja lembur pastinya sudah sedemikian diatur oleh perusahaan. Kerja lembur ditetapkan oleh perusahaan ketika dirasa ada kegiatan penting yang dapat menunjang performa perusahaan menjadi lebih baik. Konsekuensi yang berkaitan dengan segi finansial pun akan dipikirkan dengan baik oleh perusahaan. Namun, kerja lembur juga tidak lepas dari efektivitas dan produktivitas pekerja. Yang terpenting adalah bagaimana melakukan manajemen waktu dengan baik.

Sebab, beban pekerjaan bagi setiap pekerja di sebuah perusahaan segala sesuatunya sudah diatur sesuai dengan rutinitas dan prosedur kerja yang ditetapkan oleh perusahaan.
Apabila seorang pekerja lebih sering menghabiskan waktunya dengan melembur pekerjaan di luar sepengetahuan perusahaan, maka manajemen waktunya dalam bekerja mungkin perlu ditinjau ulang supaya durasi kerjanya bisa sama dengan karyawan-karyawan lainnya. (*)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: moh anhar
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved