Breaking News:

UNS Surakarta

Jaga Bahasa Daerah, Alumnus UNS Solo Ambil Peran di Balai Bahasa Aceh

Misalnya, meskipun harus merantau, dalam interaksi sehari-hari dengan teman sedaerah dapat tetap menggunakan bahasa daerahnya.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Jaga Bahasa Daerah, Alumnus UNS Ambil Peran di Balai Bahasa Aceh 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Tanggal 21 Februari  diperingati sebagai Hari Bahasa Ibu Internasional, bahasa yang pertama kali diperoleh dan digunakan seseorang di lingkungan keluarganya.

Hal tersebut disepakati dalam Konferensi Umum UNESCO 1999 untuk menghormati gerakan pemertahanan bahasa oleh orang Bangladesh (saat itu Pakistan Timur) pada 1952 yang diwarnai pembunuhan.

Berbicara perihal bahasa ibu, di Indonesia dengan keragaman sukunya, bahasa ibu sebagian besar masyarakat merupakan bahasa daerah asalnya.

Seiring dengan perkembangan zaman dan adanya arus urbanisasi serta globalisasi, kelestarian dan pemertahanan bahasa daerah perlu diberi perhatian khusus.

Zulfahmirda Matondang, alumnus Sastra Indonesia Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta pun mengambil peran dalam upaya tersebut dengan menjadi Analis Kata dan Istilah di Balai Bahasa Provinsi Aceh.

Dengan demikian, secara khusus ia turut mengembangkan dan mempertahankan bahasa daerah di Provinsi Aceh.

“Tugas dan peranku adalah melakukan analisis dan pengayaan kata dan istilah, baik bahasa-bahasa daerah yang ada di Provinsi Aceh maupun bahasa Indonesia,” ujar perempuan yang akrab disapa Mirda ini.

Tidak hanya ingin turut berperan dalam pemertahanan bahasa sekaligus mengimplementasikan ilmu yang didapat selama di bangku kuliah, melalui pekerjaan ini Mirda ingin lebih lanjut mengembangkan ilmunya.

Jika sebelumnya ia belajar dalam lingkup akademisi, kali ini ia ingin mempelajari bahasa dan sastra sebagai seorang praktisi.

Beragam tantangan harus dilalui Mirda.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved