Isra Miraj

Apa Itu Sidratul Muntaha? Trending Twitter Isra Miraj Hari Ini

Hari ini Kamis 11 Maret 2021 diperingati sebagai perayaan Isra Miraj untuk umat muslim.

Penulis: Inez | Editor: abduh imanulhaq
ISLAM QUOTE
Hari ini Kamis 11 Maret 2021 diperingati sebagai perayaan Isra Miraj untuk umat muslim. 

TRIBUNJATENG.COM - Hari ini Kamis 11 Maret 2021 diperingati sebagai perayaan Isra Miraj untuk umat muslim.

Isra Miraj adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Mekah sampai langit ke tujuh.

Perjalanan tersebut atas perintah Allah SWT bisa ditempuh hanya dalam waktu semalam.

Jika secara harfiah Isra adalah perjalanan Nabi Muhammad dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsa di Yerussalem.

Sedangkan Miraj adalah perjalanan Nabi Muhammad dari bumi menuju langit ketujuh, lalu dilanjutkan ke Sidratul Muntaha.

Isra Miraj diperingati setiap 27 Rajab, tahun ini jatuh pada 11 Maret 2021.

Dikisahkan bahwa perjalanan Rasulullah saw ini menggunakan hewan buraq.

Nabi Muhammad saw naik ke langit ke tujuh hingga sampai di Sidratul Muntaha bersama malaikat Jibril.

Sidaratul Muntaha menjadi akhir perjalanan Rasulullah SAW untuk menerima perintah Allah SWT.

Perintah tersebut berupa sholat lima waktu sehari semalam.

Apa Itu Sidratul Muntaha?

Dalam sejarah arti Sidratul Muntaha adalah tujuan akhir perjalanan Isra Miraj Rasulullah saw dalam waktu semalam.

Di Sidratul Muntaha Rasulullah saw bertemu Allah swt untuk menerima perintah shalat lima waktu.

Secara bahasa arti Sidratulmuntaha adalah sebuah pohon bidara.

Sidratul Muntaha menandai akhir dari langit atau surga ke tujuh.

Sidratul Muntaha juga dikatakan sebagai batas di mana makhluk tidak dapat melewatinya.

Berikut beberapa hadist yang menerangkan keadaan Sidratul Muntaha.

Hadis dari Anas ra, Nabi saw bersabda: "Aku melihat Shidratul-Muntaha di langit ke tujuh. Buahnya seperti kendi daerah Hajar, dan daunnya seperti telinga gajah.

Dari akarnya keluar dua sungai luar dan dua sungai dalam. Kemudian aku bertanya, "Wahai Jibril, apakah keduanya ini?"

Dia menjawab, "Adapun dua yang dalam itu ada di surga sedangkan dua yang di luar itu adalah Nil dan Eufrat." (HR. Bukhari 3207)

Hadis lainnya dari Asma binti Abu Bakr ra, beliau mendengar Rasulullah saw menjelaskan tentang Sidratul Muntaha:

"Orang yang naik kuda baru bisa melintasi bayang-bayangnya selama seratus tahun atau seratus penunggang kuda, bisa dinaungi bayang-bayangnya,

di sana ada laron dari emas, buahnya seperti kendi besar." (HR. Turmudzi 2541 dan beliau menilai: Hasan Shahih).

Dari Anas bin Malik ra, Rasulullah saw bersabda: "Ketika saya dimirajkan ke langit ke tujuh, saya diajak ke sidratul muntaha, ketika pohon ini diliputi perintah Allah, dia berubah.

Tidak ada seorangpun manusia yang mampu menggambarkannya, karena sangat indah." (HR. Abu Yala Al-Mushili 3450 dan dishahihkan Husain Salim Asad).

Sebagai muslim yang taat kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW, banyak amalan sunah berpahala bisa dilakukan.

Di antaranya adalah membaca doa di malam Isra Miraj.

Ulama kharismatik dengan gelar Al Allamatul Auhad bernama Al Arif Billah Sayyidi Imam Muhammad Bin Abdul Wahid An Nazhifiy (1270 H-1366 H) mengatakan;

"Siapa saja yang membaca doa ini pada malam 27 Rajab, akan Allah Taala ijabah segala doanya, diangkat kedudukannya dan dihidupkan hatinya dengan aneka kebaikan.

Selengkapnya simak bacaan doa Isra Miraj lengkap Arab latin dan artinya.

اللهُمَّ اِنِّي أَسْأَلُكَ بِمُشَاهَدَةِ أَسْرَارِ الْمُحِبِّيْنَ، وَبِالْخَلْوَةِ الَّتِي خَصَّصْتَ بِهَا سَيِّدَ الْمُرْسَلِيْنَ، حِيْنَ أَسْرَيْتَ بِهِ لَيْلَةَ السَّابِعِ وَالْعِشْرِيْنَ، أَنِ ارْحَمْ قَلْبِي الْحَزِيْنَ، وَتُجِيْبَ دَعْوَتِي يَا أَكْرَمَ اْلأَكْرَمِيْنَ.

Allahuma inni as aluka bi musyahadati israari al muhibbin, wabilhalawatillati khash-shashasta biha sayyidil mursalin, hina asrarta bihi lailata as sab'I wal 'isyriina, anirham qalbiia al haziin, tujibta da' wati, yaa akramil akramiin.

"Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan keagungan diperlihatkannya rahasia-rahasia para ahlul mahabbah dengan kemuliaan khalwat (pertemuan tersembunyi) yang hanya Engkau berikan kepada Nabi Muhammad SAW pemimpin para Rasul ketika Engkau berikan kesempatan kepada beliau pada malam 27 Rajab, berikanlah hatiku yang sedang galau akan kasih sayang-Mu serta kabulkan doa-doaku, Wahai yang Maha memiliki kedermawanan." 

(tribunjateng/non)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved