Brasil Catat Lebih dari 2 Ribu Kematian dalam Sehari Akibat Covid-19

lonjakan kasus kematian di Brazil itu dipicu varian baru yang lebih menular, termasuk yang dikenal sebagai P1 yang diyakini telah muncul di Brasil,

Editor: Vito
IST
Ilustrasi Virus Corona 

TRIBUNJATENG.COM, SAO PAULO - Brasil mencatatkan rekor 2.286 kasus kematian akibat covid-19 dalam 24 jam terakhir pada Rabu (10/3) waktu setempat.

Demikian Kementerian Kesehatan melaporkan, seperti dilansir AFP, Reuters, dan Alarabiya pada Kamis (11/3). Angka itu untuk pertama kalinya terjadi lonjakan hingga melewati 2.000 orang meninggal dunia.

Catatan kasus harian baru membawa jumlah orang yang meninggal karena covid-19 di Brasil menjadi 270.917, nomor dua di bawah Amerika Serikat.

Negara itu juga mendaftarkan jumlah kasus virus corona tertinggi ketiganya pada Rabu, dengan hampir 80.000 orang terkonfirmasi. Sejauh ini, Brasil tercatat memiliki 11,2 juta kasus corona, sebagai yang tertinggi ketiga di dunia.

Para ahli kesehatan mengatakan, lonjakan itu dipicu varian baru yang lebih menular, termasuk yang dikenal sebagai P1 yang diyakini telah muncul di Brasil, atau di sekitar kota hutan Amazon Manaus. P1 juga telah terdeteksi di Amerika Serikat, Inggris, hingga Venezuela.

"Kami berada di momen terburuk pandemi di Brasil. Tingkat penularan dengan varian baru ini membuat epidemi semakin buruk. Tahun 2021 masih akan menjadi tahun yang sangat sulit," kata Margareth Dalcolmo, seorang dokter dan peneliti di pusat kesehatan masyarakat terkemuka Fiocruz, kepada AFP.

Brasil telah berjuang mengamankan vaksin yang cukup untuk populasinya. Negara Amerika Selatan yang berpenduduk 212 juta orang itu juga sedang berjuang menangani tingginya lonjakan kasus yang mendorong banyak rumah sakit penuh. Sebagian besar rumah sakit dan unit perawatan intensif (ICU) pun tumbang.

Sampai saat ini, menurut data pemerintah Brasil, kamar ICU yang tersebar di seluruh rumah sakit di 22 dari 26 negara bagian Brasil sudah terisi lebih dari 80 persen.

Di negara bagian Rio Grande do Sul, pasien rumah sakit harus mengantre untuk mendapat tempat tidur, karena ruang ICU sudah terisi penuh.

Sementara itu, di negara bagian Santa Catarina, 99 persen ruang ICU juga telah terisi. Bahkan, satu rumah sakit di Ibu Kota Santa Catarina, Florianopolis, sudah melebihi kapasitasnya.

Kepala Rumah Sakit di Florianopolis, David Molina, mengeluh bahwa ia dan timnya kelelahan dan kewalahan.

"Saya berada di sini selama gelombang pertama dan tidak seperti ini. Kami benar-benar kewalahan, dengan ruang kamar telah terisi pasien 100 persen. Banyak dari pasien yang menunggu ICU tidak berhasil diselamatkan," ucapnya, kepada CNN, melalui telepon.

Molina dan sebagian besar petugas kesehatan Brasil menganggap lonjakan penularan corona baru-baru ini terjadi akibat pesta dan pertemuan besar yang berlangsung selama liburan tahun baru lalu.

Selama liburan tahun baru, karnaval hingga acara hiburan marak digelar di sebagian besar negara bagian hingga kota kecil.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved