Breaking News:

Diduga akan Kudeta, PM Armenia Pecat Panglima Militer

angkatan bersenjata Armenia menuntut Pashinyan mundur karena pemerintahannya dinilai tidak efektif, dan membuat negara terancam ambruk

Editor: Vito
istimewa/kompas.com
PM Armenia, Nikol Pashinyan 

TRIBUNJATENG.CO, YEREVAN - Perdana Menteri Armenia, Nikol Pashinyan, resmi memecat Panglima Militer Jenderal Onik Gasparyan pada Rabu (10/3).

Pemecatan Gasparyan dilakukan setelah Pashinyan menuding sang jenderal berupaya menggulingkannya. "Gasparyan secara resmi diberhentikan dari jabatan mulai 10 Maret," kata kantor Pashinyan, melalui pernyataan.

Pada 25 Februari lalu, angkatan bersenjata Armenia menuntut Pashinyan mundur karena pemerintahannya dinilai tidak efektif dan melakukan kesalahan berat dalam politik luar negeri, sehingga membuat negara terancam ambruk.

Perselisihan antara Pashinyan dan angkatan bersenjata Armenia terjadi sebagai buntut dari konflik Nagorno-Karabakh dengan Azerbaijan.

Dalam pernyataan militer Armenia memang tidak dijelaskan secara rinci apakah militer menganjurkan Pashinyan turun atau sebagai peringatan bakal melakukan kudeta jika keadaan tidak membaik.

Pashinyan lantas menanggapi pernyataan militer Armenia sebagai sinyal kemungkinan kudeta. Sang PM lantas menyiarkan pidato kepada para pendukungnya melalui Facebook.

"Yang terpenting saat ini adalah tetap mempertahankan kekuasaan di tangan rakyat, karena saya menduga ada upaya untuk melakukan kudeta," kata Pashinyan dalam pidato itu.

Dalam pidato itu, Pashinyan mengatakan, dia memecat panglima militer Armenia sebagai akibat dari pernyataan itu. Dia mengatakan akan segera mengangkat panglima baru, dan krisis politik di negara itu akan diselesaikan secara konstitusional.

Namun, pemecatan Gasparyan membutuhkan persetujuan Presiden Armen Sarkissian yang dua kali menolak mendukung keputusan sang PM.

Sementara itu, Presiden Sarkissian telah mengajukan banding ke Mahkamah Konstitusi untuk meninjau legalitas pemecatan Gasparyan. (cnn)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved