Breaking News:

Berita Demak

Kades Jleper Demak yang Angkat Anaknya Jadi Sekretaris Desa, Hakim PTUN Semarang Batalkan SK-nya

Polemik sengketa perkara pemilihan perangkat desa di Desa Jleper, Mijen, Demak, telah mencapai titik terang.

Istimewa
Ainun Najib (dua dari kanan), foto bersama dengan tim kuasa hukum usai sidang putusan di PTUN Semarang, Rabu (10/3/2021). (Ist) 

Penulis: Zaenal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Polemik sengketa perkara pemilihan perangkat desa di Desa Jleper, Mijen, Demak, telah mencapai titik terang.

Gugatan yang diajukan Ainun Najib ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) telah sampai babak akhir.

Hakim PTUN Semarang membatalkan Surat Keputusan (SK) Kepala Desa Jleper Nomor 141/14 Tahun 2020 tentang Pengangkatan Abd. Farid Ma’ruf Subur Rahayu sebagai Perangkat Desa dalam Jabatan Sekretaris Desa Jleper.

Dalam putusannya, Ketua majelis hakim Eka Putranti mengabulkan seluruh gugatan yang diajukan Ainun Najib.

Baca juga: DPRD Demak Gelar Rapat Paripurna Masa Sidang I 2021 Setujui Tiga Raperda

Baca juga: DPRD Demak Audiensi dengan Warga Wonosalam Terdampak Tol Semarang-Demak

Baca juga: Penggalangan Donasi Dihentikan, Bantuan Telah Disalurkan Ke Warga Timbulsloko Sayung Demak

Hakim juga memerintahkan Kades Jleper yaitu Nunung Astuti, untuk mengangkat Ainun Najib sebagai sekretaris Desa Jleper.

"Mewajibkan kepada tergugat untuk mencabut Keputusan Tata Usaha Negara berupa Surat Keputusan Kepala Desa Jleper Nomor: 141/14 Tahun 2020 tentang Pengangkatan Abd. Farid Ma’ruf Subur Rahayu sebagai Perangkat Desa dalam Jabatan Sekretaris Desa Jleper tanggal 4 September 2020," kata hakim dalam amar putusannya.

Gugatan ke PTUN Semarang tersebut diajukan oleh Ainun Najib, warga Desa Jleper. Ia merupakan peserta seleksi perangkat desa untuk posisi sekretaris desa.

Dalam ujian perangkat desa, Ainun Najib meraih peringkat 2 dari nilai tertinggi. Sedangkan peringkat 1 nilai tertinggi diraih Abd. Farid Ma’ruf Subur Rahayu, yang tak lain adalah anak kandung dari Kades Jleper, Mijen.

Usai sidang, Ainun Najib menyambut gembira dan bersyukur karena majelis hakim yang memeriksa perkara ini benar benar manjadi wakil Tuhan yang memberikan putusan yang semestinya diputuskan.

"Saya mengajukan gugatan ini bukan atas dasae sakit hati karena tidak jadi perangkat desa. Akan tetapi sebaliknya karena ada banyak kejanggalan dan ketidakberesan dalam proses pemilihan perangkat desa yang ada di Desa Jleper," kata Najib.

Dengan adanya putusan dari hakim PTUN tersebut, katanya, telah terbukti bahwa proses pemilihan perangkat desa di Desa Jleper memang bermasalah. Sehingga hakim memutuskan SK pengangkatan dari Kades Jleper kepada anak kandungnya tidak berlaku dan harus dicabut.

Baca juga: Permintaan Tas Anyam Jali-jali Asal Sragen Meningkat 80 Persen Saat Pandemi, Minat Jadi Reseller?

Baca juga: Kecelakaan di Madukoro Semarang, Darah Mengucur di Kepala Seorang Pria, Motor Terpental 10 Meter

Mayangsari Istri Bambang Trihatmodjo Nangis Soal Isu Putrinya Bukan Anak Kandung: Aku Bukan Bangkai

Sementara itu, kuasa hukum yang mendampingi Ainun Najib, Marosun menyampaikan, kemenangan dalam gugatan ini bukan kepiawaian atau kecerdasan para pengacara melainkan kebenaran yang terbukti.

"Ini bukan hanya kemenangan Ainun Najib atau kemenangan warga Desa Jleper saja akan tetapi kemenangan untuk masyarakat Kabupaten Demak," katanya.

Marosun menghimbau agar tergugat yakni Nunung Astuti sebagai kepala Desa Jleper untuk menghormati putusan hakim dan tidak melakukan upaya hukum lanjutan. (Nal)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: rival al manaf
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved