Breaking News:

Mabuk

3 Mahasiswa Salatiga Tewas Minum Oplosan Banyu Setan

Tiga mahasiswa di Salatiga meninggal dunia karena mabuk oplosan minuman keras.

Tribun Jateng/ Nafiul Haris
Kapolres Salatiga AKBP Rahmad Hidayat saat menggelar jumpa pers atas meninggalnya tiga mahasiswa di Mapolres Salatiga, Jumat (12/3/2021). 

Penulis: M Nafiul Haris

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Tiga orang mahasiswa yang tengah studi di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Kota Salatiga meninggal dunia akibat mengkonsumsi minuman keras (Miras). 

Kapolres Salatiga AKBP Rahmad Hidayat mengatakan ketiga korban meninggal dunia karena mengkonsumsi miras antara lain Ovni Wakerkwa (21), Rudolf Carlos Kelanangame (24) dan Marpino M Sipka (23). 

"Informasi awal korban atasnama Ovni meninggal dunia karena sakit. Kemudian setelah ditelusuri betul kecurigaan petugas ada sesuatu lain dan di ketahuilah korban meninggal keracunan karena mengkonsumsi miras," terangnya dalam jumpa pers di Mapolres Salatiga, Jumat (12/3/2021) 

Menurut AKBP Rahmad, terhitung dalam tiga hari ada tiga kasus yang telah ditangani Polres Salatiga dan menyebabkan ketiga korban meninggal dunia.

Ia menambahkan, para korban saat melakukan pesta miras bersama tujuh orang lainnya pada sebuah asrama atau kos-kosan mahasiswa.

Para korban seusai mengkonsumsi miras mengalami sesak nafas dan akhirnya tidak dapat tertolong. 

"Jadi mereka ini sempat dirawat di RSUD Kota Salatiga. Korban pertama jenazah sudah dipulangkan ke Mimika Papua dan dua orang lain petang ini. Adapun penjual minuman telah kami amankan," katanya

Kapolres Salatiga menyatakan, meninggalnya tiga orang mahasiswa asal Papua masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan petugas.

Meski demikian, diduga miras yang dikonsumsi para mahasiswa telah dioplos.

Wakil Rektor UKSW Salatiga Andeka Rocky Tanaamah mengungkapkan ke depan akan terus melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap para mahasiswa UKSW. 

Dia mengaku selalu mengingatkan para mahasiswa dalam setiap kesempatan baik pertemuan antar etnis atau melalui koordinasi khusus. 

"Khusus pada adik-adik asal Papua yang memiliki ikatan kuat kita selalu berkomunikasi. Dan kejadian ini memang tidak kami duga dan jujur kaget. Ini merupakan duka besar kami dan menjadi catatan kami," ujarnya.

(*)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved