Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Kocak! Para Pebalap Liar di Semarang Ini Dihukum Polisi Teriak Tirukan Suara Knalpot Motor

Tim Resmob Elang Utara Polsek Semarang Utara menangkap sejumlah pebalap liar di sepanjang Jalan Kokrosono, Semarang Utara

Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: galih permadi

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tim Resmob Elang Utara Polsek Semarang Utara menangkap sejumlah pebalap liar di sepanjang Jalan Kokrosono, Semarang Utara, Kota Semarang pada Jumat (12/3/2021) sekitar pukul 17.00 WIB.

Sebanyak tujuh pria yang menggunakan lima motor, di antaranya Satria F dan Vario, diminta menepi dan parkir berbaris oleh Polisi.

Mereka bertujuh terlihat tidak mengenakan helm dan membawa sebagian surat-surat kelengkapan berkendara.

"Sudah berapa kali setting motor di sini?!" tanya Katim Resmob Elang Utara Aiptu Agus Supriyanto dalam Bahasa Jawa kepada satu di antara pebalap liar.

"Belum pernah sama sekali, Pak. Sungguh.

Biasanya (setting motor dan balapan) di daerah Mataram, kami di sini cuma main," jawab pengendara Satria tersebut.

Tak mudah langsung percaya, Aiptu Agus yang kerap disapa Agus Arab itu memeriksa ponsel milik para pebalap dan akhirnya memberikan hukuman.

Aiptu meminta para pebalap itu berdiri di samping motor masing-masing.

Hukumannya, para pebalap liar itu diminta menirukan suara knalpot balap dengan keras sambil menarik tuas gas motor masing-masing secara terus menerus (seperti sedang menggeber motor) dengan kondisi mesin mati.

"Ngeeeng, ngeeeng, ngeeeng," teriak para pebalap itu sambil menarik tuas gas.

"Kurang kencang!" kata Aiptu Agus, merasa suara yang ditimbulkan terlalu pelan.

Tak hanya berdiri, para pebalap itu juga diminta menjalani hukuman itu sambil jongkok.

"Berdasarkan informasi bahwa terdapat balap motor liar yang meresahkan warga," ungkap Aiptu Agus.

Tujuh pria itu kemudian digelandang ke Kantor Polsek Semarang Utara untuk diperiksa lebih lanjut.

Tujuh orang itu merupakan warga dari berbagai wilayah di Kota Semarang, di antaranya warga Semarang Utara dan Semarang Tengah. (tribunjateng/rez)

TONTON JUGA  DAN SUBSCRIBE :

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved