Breaking News:

Menperin Raih Komitmen Investasi Otomotif Puluhan Triliun Rupiah dari Jepang

Menperin membawa oleh-oleh dari kunjungan kerja di Jepang selama 2 hari berupa penguatan investasi lama dan komitmen investasi baru di sektor otomotif

Editor: Vito
Otomania/setyo adi nugroho
ilustrasi otomotif 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita membawa oleh-oleh dari kunjungan kerja di Jepang selama 2 hari berupa penguatan investasi lama dan komitmen investasi baru di sektor otomotif dengan nilai mencapai puluhan triliun rupiah.

Selama 2 hari kunjungan kerja di Jepang, Menperin didampingi Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (Dubes LBBP) RI Jepang, Heri Akhmadi, secara maraton melakukan beberapa pertemuan dengan pelaku industri otomotif, petrokimia, dan alas kaki, asosiasi pengusaha, serta pihak pemerintah Jepang.

Dalam pertemuan, Menperin menyampaikan kebijakan, program dan proyek baru, di antaranya UU Cipta Kerja, subtitusi impor, relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), proyek Bintuni, dan Patimban.

"Pertemuan berjalan dengan baik dan membawa kabar gembira, karena beberapa perusahaan otomotif besar dan petrokimia menyatakan komitmen berinvestasi di Indonesia," ujar Menperin Agus, di Tokyo, Jepang, sebagaimana keterangan resmi, Jumat (12/3).

Menperin menuturkan, dari pertemuan dengan prinsipal Honda Motor Company.Ltd, perusahaan itu berkomitmen menanamkan investasi sebesar Rp 5,2 triliun.

Sementara itu, Suzuki Motor Corporation berencana menginvestasikan Rp1,2 triliun. Adapun, Toyota Motor Corporation merealisasikan investasi yang sudah ada, yaitu sekitar Rp 28 Triliun. Kemudian, Mitsubishi Motors Corporation menyampaikan rencana investasi Rp 11,2 triliun.

"Investasi Honda termasuk untuk pengembangan kendaraan model baru. Honda juga memiliki komitmen untuk ekspansi pengembangan ekspor komponen kendaraan yang diproduksi di Indonesia sebagai bagian global supply chain bagi sembilan negara, di antaranya, Malaysia, Vietnam, Thailand, Pakistan, Saudi Arabia, dan Jepang sendiri," jelas Agus.

Menperin menuturkan, Honda juga akan memindahkan fasilitas produksi yang ada di India ke Indonesia, sekaligus berkomitmen melakukan pengembangan mobil listrik di Tanah Air.

Honda juga akan membuka pasar ekspor negara tujuan baru, seperti Afrika Selatan, Meksiko, Amerika Utara, dan Amerika Selatan.

"Mereka mengembangkan kendaraan bermotor model baru yang akan diproduksi di Indonesia, dan akan diekspor ke 31 negara," paparnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved