Breaking News:

Berita Kudus

Pengadaan Mobil Operasional Kudus Terkendala Refocusing Anggaran

Pengadaan mobil operasional Pemerintah Kabupaten Kudus (Pemkab) Kudus terkendala refocusing anggaran.

Tribun Jateng/Raka F Pujangga
Ketua Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kabupaten Kudus, Rumadi mengajukan hibah mobil kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus untuk operasional organisasi, di Pendopo Bupati Kudus, Jumat (12/3/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Pengadaan mobil operasional Pemerintah Kabupaten Kudus (Pemkab) Kudus terkendala refocusing anggaran.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus, HM Hartopo menjelaskan, ‎sudah menganggarkan mobil operasional sejak tahun 2019 yang lalu.

Namun hanya terlaksana empat unit mobil untuk organisasi perangkat daerah (OPD) pada tahun 2020 karena adanya refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19.

"Karena kemarin ada refocusing anggaran tahun 2020, mobil operasional yang dipertahankan hanya empat yang paling urgent," ujar dia, usai audiensi bersama Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kabupaten Kudus, di Pendopo Bupati Kudus,‎ Jumat (12/3/2021).

Hal tersebut, kata dia, membuat pengadaan mobil operasional tidak dapat berjalan secara maksimal.

Apalagi pihaknya juga melakukan refocusing anggaran sebesar 22 persen untuk penanganan Covid-19 tahun 2021.

"Jadi untuk mobil ‎operasional ini belum bisa dilaksanakan," ujar dia.

Dia berharap, pandemi dapat berangsur pulih sehingga pelaksanaan anggaran tahun 2022 sudah kembali normal.

"‎Harapannya nanti 2022 sudah tidak ada pandemi, Insya Allah. Sekarang, kita pakai vaksin untuk kesehatan dan pemulihan ekonomi," ujar dia.

Sementara itu, Ketua Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kabupaten Kudus, Rumadi mengajukan hibah mobil kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus untuk operasional organisasi.

"Kami silaturahmi ke sini untuk memohon da restu kepengurusan Pergunu, sekaligus meminta bantuan hibah mobil operasional," ujar Rumadi.

Menurutnya, mobil operasional itu dibutuhkan untuk membantu kelangsungan produktifitas organisasi.

"Kami membutuhkan mobil operasional untuk membantu kegiatan," ujar dia.

Pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan kinerja organisasi‎ yang memiliki sedikitnya 600 orang.

"Anggotanya sudah 600 orang, tapi yang mengajukan keanggotaan sudah sampai ribuan," jelas dia. (*)

Penulis: raka f pujangga
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved