Breaking News:

Berita Karanganyar

Ujian Sekolah SD di Karanganyar Belum Diputuskan Secara Luring atau Daring

Ujian sekolah bagi siswa SD di Karanganyar belum diputuskan apakah akan digelar daring atau luring

Tribun Jateng/Agus Iswadi
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karanganyar, Tarsa. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Ujian sekolah bagi siswa SD di Kabupaten Karanganyar belum diputuskan apakah akan digelar secara daring atau luring atau tatap muka. Ujian sekolah itu direncanakan digelar pada Mei 2021. 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karanganyar, Tarsa menyampaikan, sampai saat ini belum diputuskan apakah ujian bagi siswa SD digelar secara daring atau luring.

"Baru besok Senin (pekan depan) kita susun kisi-kisi naskah. Pokoknya kita menyiapkan, luring disiapkan, daring disiapkan. Jadi nanti mana yang akan pilih, kita fasilitasi," katanya kepada Tribunjateng.com, Jumat (12/3/2021). 

Dia menjelaskan, kisi-kisi naskah ujian akan dibuat di tingkat kabupaten. Sedangkan naskah ujian akan dibuat oleh masing-masing sekolah. Apabila ada pihak sekolah yang mengalami kendala dalam penyusunan naskah dapat bergabung dengan sekolahan lain. 

Kendati demikian, pelaksanaan ujian tetap dilakukan di masing-masing sekolah. Dalam pemenuhan sarpras dan fasilitas protokol kesehatan, pihak sekolah dapat mengalokasikan dari dana BOS. 

"Kita baru penjajakan. Kalau daring kemungkinan belum siap. Karena harus menyusun naskah dan perangkatnya," ucapnya. 

Tarsa mengaku optimis dapat menyelenggarakan ujian sekolah bagi siswa SD secara luring mengingat jumlah siswa di satu sekolah tidak terlalu banyak. Lebih lanjut terkait sekolah yang berada daerah rawan penyebaran Covid-19 tentu akan ada pengawasan khusus dan koordinasi dengan Satgas Covid-19. 

"Kita optimis, siswa di masing-masing sekolah tidak terlalu banyak. Kalau satu kelas diisi lima, saya kira mampu," ungkapnya. 

Simulasi protokol kesehatan saat pelaksanaan ujian sekolah direncanakan digelar pada April 2021. Namun hanya kelas 6 saja yang mengikuti simulasi. Sedangkan siswa kelas lain menunggu regulasi dari pemerintah pusat. 

"Kementerian sudah mendorong sekolah yang hijau (zona persebaran Covid-19) segera pembelajaran tatap muka," terangnya. 

Sebelum digelar ujian sekolah, lanjut Tarsa, dinas akan menyosialisasikan kepada orang tua murid terkait izin anaknya mengikuti ujian sekolah. Hingga saat ini dinas belum menyosialisasikan rencana ujian sekolah secara tatap muka itu kepada orang tua murid. 

"Nanti pada saatnya kita tempuh izin ke orang tua. Kita baru sosialasiasi kepada guru sekolah, nanti guru yang menyampaikan ke orang tua," pungkasnya. (*)

Penulis: Agus Iswadi
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved