Breaking News:

Berita Pati

Bersiap untuk PTM, Bupati Pati Haryanto Segera Vaksin Para Guru

Bupati Pati sebut jika jatah vial vaksin gelombang selanjutnya turun, pihaknya prioritaskan para guru.

Tribun Jateng/Mazka Hauzan Naufal
Bupati Pati Haryanto ketika diwawancarai Tribunjateng.com di Gedung PGRI Pati, Sabtu (13/3/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Bupati Pati Haryanto mengatakan, jika jatah vial vaksin gelombang selanjutnya sudah turun, pihaknya akan memprioritaskan para guru.

“Kemarin TNI-Polri sudah, Pemda sudah sebagian. Mestinya guru juga sudah terdaftar (untuk divaksin bersama pelayan publik), tapi tiba-tiba ada petunjuk untuk memprioritaskan lansia. Jadi nanti setelah (jatah) vaksin turun lagi, saya akan prioritaskan pada guru,” ujar dia ketika diwawancarai Tribunjateng.com di Gedung PGRI Pati, Sabtu (13/3/2021).

Menurut Haryanto, pelaksanaan vaksin untuk guru penting untuk dilakukan demi menyongsong pembelajaran tatap muka (PTM) yang rencananya akan kembali diaktifkan awal Juli mendatang.

“Karena nanti guru bertatap muka langsung dengan murid, maka perlu divaksin. Sehingga saat nanti awal Juli PTM, kondisi sudah aman,” kata dia.

Sedangkan vaksin untuk siswa, diakui Haryanto memang sejauh ini belum boleh dilakukan. Sebab memang belum ada vaksin untuk 18 tahun ke bawah.

“Lagipula kondisi fisik anak, kalau menurut saya imunnya lebih kuat. Jarang sekali anak-anak terpapar covid,” ujar dia.

Sementara, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Tengah Muhdi mengatakan, presiden memang mengatakan PTM bisa dimulai Juli. 

“Tapi gubernur bilang tunggu vaksin anak-anak. Kalau tunggu anak-anak divaksin, maaf, bukannya anak tidak siap, tapi belum ada vaksin untuk 18 tahun ke bawah. Lagipula, PTM kalau mau dimulai Juli juga perlu proses. Perlu kepastian bahwa sekolah, orang tua, dan murid siap semua. Maka harus dimulai dengan uji coba,” papar dia.

Karena itu, lanjut Muhdi, pihaknya berharap kepala daerah bisa segera memvaksin para guru.

“Tadi disepakati oleh Pak Bupati, sekalipun prioritas untuk lansia, guru juga nanti dijatah secara bersamaan. Jadi ada alokasi untuk lansia dan ada juga untuk guru,” tutur dia.

Sebagaimana pendapat bupati, Muhdi menilai bahwa PTM akan berlangsung aman jika para guru sudah divaksin.

“Kalau guru sudah divaksin, minimal guru yang punya potensi lebih untuk kena (Covid-19) sudah in syaa allah aman. Anak-anak berdasarkan penelitian di Amerika potensinya untuk kena lebih kecil, kalau kena pun potensi parah kecil juga, artinya mereka lebih kuat imunnya,” tandas dia. (*)

Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved