Breaking News:

Berita Kendal

Gandeng Fuspaq, Lapas Terbuka Kendal Bekali Warga Binaan dengan Ketrampilan Mengaji

Lapas Terbuka kelas II A Kendal menggandeng Forum Ukhuwah Silaturrahim Pendidikan Alquran (Fuspaq).

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: sujarwo
Istimewa
Program pemberantasan buta huruf Al Quran dengan mengajarkan keterampilan mengaji bagi warga binaan Lapas Terbuka Kelas IIA Kendal, Jumat (12/3/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Lapas Terbuka kelas II A Kendal menggandeng Forum Ukhuwah Silaturrahim Pendidikan Alquran (Fuspaq) untuk membekali ketrampilan seni membaca Alquran dengan baik dan benar bagi warga binaan.

Program mengaji yang rencanany

Program pemberantasan buta huruf Al Quran dengan mengajarkan keterampilan mengaji bagi warga binaan Lapas Terbuka Kelas IIA Kendal, Jumat (12/3/2021).
Program pemberantasan buta huruf Al Quran dengan mengajarkan keterampilan mengaji bagi warga binaan Lapas Terbuka Kelas IIA Kendal, Jumat (12/3/2021). (Istimewa)

a bakal dilakukan rutin itu dimaksudkan untuk memberantas buta huruf Alquran dan menanamkan pendidikan akhlaq bagi para narapidana. 

Kepala Lapas Terbuka kelas IIA Kendal, Rusdedy mengatakan, melalui program pembinaan keagamaan belajar membaca Alquran ini diharapkan dapat menjadi bekal warga binaan untuk menularkannya kepada orang lain selepas keluar dari lapas.

"Selain menjadi bekal untuk diri sendiri, kita harapkan juga menjadi bekal untuk orang lain juga nantinya," terangnya usai penandatangan kerjasama program pemberantasan buta huruf Alquran di lingkungan lapas, Jumat (12/3/2021).

Ketua Fuspaq Kendal, Mustamsikin menjelaskan, dari puluhan warga binaan, beberapa di antaranya sudah bisa membaca Alquran dan sebagian belum bisa. 

Bagi yang sudah bisa, Mustamsikin berharap melalui program ini, nantinya dapat menjadi guru bagi orang lain di dalam lapas maupun warta lain setelah menyelesaikan masa hukuman. 

"Yang belum bisa membaca diharapkan menjadi sarana untuk benar-benar mengaji, karena hakekatnya warga binaan di dalam Lapas harus menjadi lebih baik. Mulai dari sikap, ucapan dan perbuatannya selepas keluar nanti," ujarnya.

Kepala Kementerian Agama Kendal, Mahrus mengatakan, pihaknya akan menyiapkan penyuluh agama untuk memberikan pembinaan rohani bagi warga binaan. Sehingga, ada perbaikan akhlak sebagai bekal mengarungi kehidupan selanjutnya.

"Semoga ini menjadi bekal bagi warga binaan jika kembali ke masyarakat dan bisa menjadi muslim yang baik dan istiqomah," harap Mahrus

Meski sebagian besar berusia tidak muda lagi, warga binaan mengaku senang bisa mempelajari ilmu agama hingga lebih baik lagi.

Rohmadi, salah satu warga binaan mengaku sudah bisa membaca Alquran meski belum terlalu lancar. 

Ia berharap, apa yang ia dapatkan di dalam lapas dapat mengasah kemampuannya dalam mengaji dengan tartil, baik, dan benar.

"Dengan kegiatan ini saya berharap bisa memperdalam cara baca Alquran lagi. Saat bebas dan keluar dari lapas nanti, bisa membaca Alquran dengan baik dan bisa mengajarkan kepada anak-anak saya," tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved