Breaking News:

Berita Pemalang

Polemik Kabar Penutupan Jalan di Desa Widodaren Pemalang Berujung Damai

Polemik 2 keluarga di Desa Widodaren, Petarukan, Pemalang, terkait penutupan akses jalan berujung damai. 

Penulis: budi susanto | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Budi Susanto
Keluarga Sukendro dan keluarga Suharto mengikuti mediasi yang digelar di Polsek Petarukan, Sabtu (13/3/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, PEMALANG - Polemik dua keluarga di Desa Widodaren, Kecamatan Petarukan, Pemalang, terkai

Keluarga Sukendro dan keluarga Suharto mengikuti mediasi yang digelar di Polsek Petarukan, Sabtu (13/3/2021).
Keluarga Sukendro dan keluarga Suharto mengikuti mediasi yang digelar di Polsek Petarukan, Sabtu (13/3/2021). (Tribun Jateng/Budi Susanto)

t penutupan akses jalan berujung damai

Setelah dimediasi jajaran Polres Pemalang, Kodim Pemalang, serta Pemerintah Desa Widodaren. Pihak keluarga Suharto meminta maaf, atas statmen tertutupnya akses jalan yang dilontarkan ke media. 

Keluarga Sukendro yang memiliki bangunan, secara terbuka memberikan maaf, kepada keluarga Suharto yang juga tetangga di Desa Widodaren. 

Diwakili Tri Budi Utomo, pihak keluarga Suharto, yang didampingi keluarga, ia menyampaikan maafnya jika keluarganya memiliki kesalahan. 

"Kami meluruskan, kami tidak berniat meviralkan, namanya manusia pasti ada kesalahan. Kami sekeluarga meminta maaf sebesar-besarnya kepada keluarga Sukendro yang juga tetanga kami," paparnya, Sabtu (13/3/2021).

Dilanjutkannya, keluarganya ingin menjaga silaturahmi baik dengan keluarga Sukendro. 

"Kalau gontok-gontokan tidak baik, kami menyadari itu. Kami akan berupaya dengan segala cara untuk menjaga silaturahmi dengan keluarga Sukendro," jelasnya. 

Terpisah, Sukendro menerangkan, pihak keluarga sudah memaafkan keluarga Suharto. 

"Sesama manusia kami wajib memaafkan, dan kami sudah menerimanya," katanya. 

Sukendro juga menerangkan, keluarganya bersedia membicarakan permasalahan bersama keluarga Suharto guna mencari titik terang. 

"Kami bersedia untuk membicarakan secara kekeluargaan dengan keluarga Suharto, supaya tercapai kesepakatan terkait penjualan tanah," ucapnya. 

Adapun, Kapolsek Petarukan AKP Heru Irawan, menuturkan, kesalahpahaman tersebut harus diselesaikan secara damai

"Kami imbau dua belah pihak sabar, dan menghadapi permasalan dengan kepala dingin, supaya tercapai kesepakatan untuk menyelesaikan permasalahan secara damai," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved