Berita Semarang

Sandi Dukung Pengembangan Game dan Animasi Buatan Pemuda Semarang

Menparekraf Sandiaga Uno diskusi bersama sejumlah anak muda Semarang yang tekuni bidang ekonomi kreatif.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Iwan Arifianto.
Menparekraf Sandiaga Uno tengah berdiskusi bersama sejumlah anak muda Kota Semarang yang menekuni ekonomi kreatif, di Kota Semarang, Jumat (13/3/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno berdiskusi bersama sejumlah anak muda  Kota Semarang yang menekuni bidang ekonomi kreatif.

Sandi kagum dengan kreatifitas anak muda Semarang yang mengembangkan animasi dan video game.

Dia mendukung kreatifitas seni anak muda Kota Semarang yang menekuni industri kreatif. 

Hanya saja dia berpesan agar tiap karya tersebut harus ada unsur relevansi. 

Kemudian viralitas atau menjadi buah bibir. 

Menurutnya, karya animasi yang ada sekarang kurang adanya viralitas sehingga karya anak muda Semarang kurang menjadi buah bibir. 

Selain itu, tentunya karya harus tetap membawa unsur-unsur Kota Semarang dengan cara menceritakan Semarang di masa lalu atau masa depan. 

"Kami harap karya anak muda Semarang mampu mengangkat kearifan lokal berwawasan global," terangnya. 

Sedangkan terkait Game, dia mengaku, akhir-akhir ini memperhatikan betul  bidang itu lantaran  sudah menjadi one billion industry yang sudah membuka ratusan ribu lapangan kerja. 

Saat ini bagi milenial, setiap ada kontes maupun turnamen gaming menjadi ajang yang selalu ditunggu. 

Sayangnya, 90 persen produk gaming  berasal dari luar negeri. 

Padahal potensi anak muda Indonesia juga sangat besar di bidang tersebut. 

Di antaranya anak muda Semarang  yang potensinya harus dikembangkan  sebagai karya anak bangsa 

"Nanti bisa berkolaborsi dengen kemenparkraf," jelasnya. 

Di sisi lain, Sandiaga menuturkan,dalam waktu dekat pariwisata dan ekonomi kreatif dapat kembali bangkit dengan penetapan-penetapan green zona atau zona hijau. 

Yairu kawasan-kawasan yang ketat protokol kesehatan dan disiplin. 

hal itu bisa dimulai dari Kota Semarang dan dapat menginspirasi daerah lain dengan peningkatan protokol kesehatan. 

"Diharapkan dengan kondisi tersebut semakin meningkatkan ekonomi kreatif dan pariwisata," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved